potret tank Israel (commons.wikimedia.org/Zachi Evenor)
Selain korban serangan udara, pada hari yang sama, tiga warga Palestina juga meninggal dunia akibat luka yang diderita setelah ditembak oleh IDF.
Sumber medis Rumah Sakit Nasser mengatakan bahwa Yahya Abu Samour, 24 tahun, meninggal dunia akibat luka yang diderita usai sebelumnya ditembak pasukan Israel di daerah Al-Satar al-Gharbi, utara Khan Yunis, pada Selasa malam.
Di kamp pengungsi Al-Bureij, Gaza tengah, Noura Awni Diab juga meninggal akibat luka setelah ditembak pasukan Israel, dilansir Palestine Info Center.
Pada Rabu malam, seorang perempuan Palestina meninggal dunia setelah mengalami luka akibat tembakan IDF di sebelah barat Khan Yunis, selatan Jalur Gaza. Portal berita WAFA mengidentifikasi nama perempuan tersebut ialah Aisha al-Lahham.
Selain ketujuh korban tewas, seorang balita bernama Ibrahim Zannoun juga mengalami luka akibat peluru di bagian kaki setelah tank-tank Israel menembaki arah kamp pengungsi di selatan Khan Yunis.
Serangkaian serangan tersebut terjadi ketika gencatan senjata di Gaza yang berlaku sejak 10 Oktober 2025, seharusnya, masih berlangsung. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Gaza, sedikitnya 1.402 warga Palestina tewas dan 4.881 lainnya terluka akibat pelanggaran gencatan senjata oleh Israel hingga Minggu (20/9).
Sejak Oktober 2023, nyaris 74 ribu warga Palestina tewas dan lebih dari 174 ribu lainnya mengalami luka-luka di Jalur Gaza. Genosida Israel juga menghancurkan sekitar 90 persen infrastruktur di wilayah tersebut.