“Blokade Israel terhadap lebih dari 900 kursi roda segala medan khusus yang dibuat dengan tangan oleh sukarelawan Australia untuk membantu anak-anak penyandang amputasi menavigasi jalan-jalan yang hancur menunjukkan upaya yang terencana untuk menghancurkan kehidupan Palestina dan membuat kehidupan di Gaza menjadi mustahil,” kata seorang relawan Palestina asal Australia, Mohammad Helmy, kepada The New Arab, Rabu (23/9/2026).
Israel Blokir Bantuan lebih dari 900 Kursi Roda untuk Gaza

- Israel dilaporkan memblokir lebih dari 900 kursi roda segala medan dari lembaga amal Australia untuk anak-anak Gaza yang terluka dan mengalami amputasi.
- Dua gelombang bantuan telah tiba di Yordania sejak Februari 2025 dan Oktober 2025, tetapi masih tertahan di gudang JHCO karena akses Gaza diblokir COGAT.
- Blokade terjadi saat kebutuhan kursi roda anak-anak Gaza meningkat; pendiri JHCO mendesak pembukaan akses agar alat mobilitas segera tersalurkan kepada anak-anak amputasi.
Jakarta, IDN Times - Israel dikabarkan telah memblokir kiriman bantuan lebih dari 900 kursi roda untuk anak-anak di Gaza yang terluka dan kakinya diamputasi. Bantuan tersebut diberikan oleh lembaga amal asal Australia. Imbas blokade ini, semua bantuan tersebut tidak bisa masuk ke Gaza untuk diberikan ke anak-anak yang membutuhkan.
1. Israel sengaja memblokir bantuan agar warga Gaza makin sengsara

potret warga Palestina di Gaza (pexels.com/Musa Alzanoun) Helmy menambahkan, blokade bantuan ini menunjukkan bahwa Israel sengaja membuat warga Gaza semakin sengsara. Sebab, saat ini, warga Gaza sangat membutuhkan bantuan berupa pasokan medis karena fasilitas medis di rumah sakit yang ada sana tidak memadai. Namun, Tel Aviv malah dengan keji menghalangi masuknya semua bantuan tersebut.
“Dengan melakukan pengeboman tanpa henti dan kemudian secara sistematis menolak bantuan medis dasar yang dibutuhkan untuk bertahan hidup, Israel secara aktif menjalankan genosida yang berkelanjutan. Menjebak peralatan mobilitas di gudang sementara anak-anak merangkak melalui reruntuhan bukanlah tindakan keamanan, itu adalah kebijakan yang disengaja berupa hukuman kolektif dan penghancuran total yang diarahkan terhadap rakyat Palestina,” lanjut Helmy.
2. Bantuan kursi roda untuk Gaza kini masih tertahan di Yordania

potret bendera Yordania (pexels.com/brokenadmiral_) Helmy menjelaskan, bantuan kursi roda gelombang pertama untuk anak-anak di Gaza sebetulnya sudah sampai di Yordania pada Februari 2025. Sementara gelombang kedua sudah sampai di Yordania pada Oktober tahun lalu. Menurutnya, semua kursi roda tersebut seharusnya sudah dikirim ke Gaza dari Yordania pada awal 2026 ini.
Sayangnya, upaya itu tidak bisa dilakukan karena COGAT, salah satu badan di bawah naungan Kementerian Pertahanan Israel, memblokade semua pintu masuk ke Gaza sehingga konvoi bantuan kemanusiaan jadi tidak bisa masuk ke sana. Oleh karena itu, semua kursi roda tadi hingga saat ini masih tertahan di gudang yang dikelola oleh organisasi kemanusiaan Yordania, Jordan Hashemite Charity Organisation (JHCO). JHCO sebetulnya sudah berulang kali meminta COGAT untuk membuka blokade, tetapi tidak direspons.
3. Ada banyak anak di Gaza yang butuh kursi roda

Anak-anak Palestina yang ada di pengungsian Gaza. (pexels.com/Hosny salah) Blokade ini dilakukan Israel di tengah melonjaknya anak-anak di Gaza yang membutuhkan kursi roda. Anak-anak itu butuh alat tersebut untuk menunjang aktivitas mereka karena kakinya terpaksa diamputasi usai terkena serangan Pasukan Pertahanan Israel (IDF). Oleh karena itu, Olly Pickett selaku pendiri JHCO mendesak COGAT untuk segera membuka blokade di Gaza. Langkah ini bertujuan agar semua bantuan kursi roda dari Negeri Kangguru bisa segera tersalurkan.
"Semakin cepat mereka keluar dari sana dan sampai ke anak-anak, semakin baik, dan anak-anak kecil itu bisa mendapatkan kehidupan yang jauh lebih baik. Saya rasa ada banyak anak yang menunggu kursi roda. Mereka telah diamputasi sehingga mereka tidak bisa berjalan atau bergerak. Begitu mereka mendapatkan kursi roda, mereka bisa keluar dan beraktivitas. Ini akan sangat luar biasa," kata Pickett.


![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)




















