Hingga kini, belum ada pihak atau kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas gelombang serangan siber di Eropa tersebut. Peneliti dari perusahaan keamanan siber SentinelOne, Tom Hegel, menjelaskan serangan siber umumnya bertujuan memeras atau memiliki motif politik dari aktor negara. Namun, ketiadaan tuntutan tebusan finansial dalam kasus peretasan supermarket ini mengindikasikan aksi sabotase murni.
"Ritel menjadi sasaran empuk karena jaringan ritel menjalankan sangat banyak pengontrol pendingin, sistem manajemen gedung, panel akses pintu, dan perangkat kasir. Margin keuntungan toko kelontong sangat tipis dan stok barang bisa membusuk dalam hitungan jam, sehingga gangguan sekecil apa pun akan berdampak cepat dan langsung terlihat publik," kata Hegel, dilansir Sky News.
Kejaksaan federal Belgia telah membuka penyelidikan kriminal resmi atas rentetan peretasan ini, menyusul langkah Kejaksaan Paris dan badan keamanan siber Prancis (ANSSI) yang lebih dulu menyelidiki kasus serupa. Di sisi lain, otoritas Amerika Serikat (AS) bekerja sama dengan pejabat Prancis untuk menyelidiki kemungkinan keterkaitan kasus ini dengan kerusakan sistem pendingin di sejumlah pangkalan militer AS pada Agustus lalu. Pusat Keamanan Siber Nasional Inggris (NCSC) juga berkoordinasi dengan mitra internasional untuk mempelajari detail insiden tersebut meski belum ada laporan kasus di wilayahnya.
Rentetan serangan ini meningkatkan kekhawatiran otoritas Eropa terhadap ancaman perang hibrida yang meluas akibat invasi Rusia ke Ukraina serta konflik AS-Iran, meski Moskow berulang kali membantah terlibat dalam aksi sabotase. Komisioner Pertanian dan Pangan Uni Eropa, Christophe Hansen, menilai serangan tersebut sebagai upaya sengaja untuk mengganggu pasokan pangan blok Eropa dan merusak kepercayaan publik. Sementara itu, juru bicara Pusat Keamanan Siber Belgia (CCB) menyebutkan penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam serangan siber kini menjadi tren yang terus berkembang, tetapi pelaku di balik peretasan ini mungkin tidak akan pernah teridentifikasi.