Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Trump Prediksi Rezim Komunis Kuba Akan Lengser dalam 2,5 Tahun

2 min read
Trump Prediksi Rezim Komunis Kuba Akan Lengser dalam 2,5 Tahun
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (Gage Skidmore from Peoria, AZ, United States of America, CC BY-SA 2.0, via Wikimedia Commons)
  • Donald Trump memprediksi pemerintahan komunis Kuba akan tumbang dalam 2,5 tahun atau kurang, seraya menyebut dinasti Fidel Castro segera berakhir.

  • Ketegangan AS-Kuba berlangsung lebih dari 10 bulan, dipicu pemblokiran pasokan BBM dan sanksi AS setelah penangkapan mantan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

  • Diplomat Kuba Richard Tur de la Conception kembali ke Havana setelah diusir AS menyusul perselisihan verbal terkait embargo Kuba di Majelis Umum PBB.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, pada Minggu (1/11/2026), mengatakan bahwa pemerintah komunis Kuba tidak akan berlangsung lama. Menurutnya, perubahan pemerintahan akan terjadi di negara Karibia itu dalam 2,5 tahun ke depan atau kurang dari itu. 

Selama lebih 10 bulan terakhir, AS terlibat ketegangan dengan Kuba. Memanasnya hubungan kedua negara disebabkan pemblokiran pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan rentetan sanksi ke Kuba usai penangkapan eks Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. 

  1. 1. Trump sebut dinasti Castro akan berakhir

    Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
    Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (Gage Skidmore from Peoria, AZ, United States of America, CC BY-SA 2.0 , via Wikimedia Commons)

    Trump menambahkan kesempatan dinasti eks Presiden Kuba, Fidel Castro dalam dua tahun ke depan akan berakhir. Ia memastikan bahwa sistem pemerintahan di Kuba saat ini tinggal menghitung hari. 

    “Saya pikir, rezim Kuba tidak akan bertahan lama. Lihatlah, Kuba sudah menjadi negara gagal. Kami akan membuat banyak orang kembali ke sana dalam waktu dekat,” ungkapnya, dikutip dari EFE.

    Presiden sayap kanan itu menekankan bahwa situasi di Kuba saat ini berkaitan dengan strategi dari AS. Trump menggarisbawahi, operasi militer di Venezuela dan menyebut AS mungkin akan menyelesaikan dengan skenario lainnya. 

  2. 2. Diplomat Kuba di AS tiba kembali di Havana

    ilustrasi bendera Kuba
    ilustrasi bendera Kuba (Pexels/El gringo photo)

    Pada Kamis (29/10/2026), diplomat Kuba, Richard Tur de la Conception tiba di Havana setelah diusir dari AS pekan ini. Pemerintah Kuba menyambut dengan baik kedatangan Richard Tur yang ikut mempertahankan negaranya dari hinaan AS. 

    Wakil Menteri Luar Negeri Kuba, Gerardo Penalver mengatakan bahwa aksi dari AS ini adalah bagian dari strategi mencegah resolusi blokade Kuba. Tak hanya itu, menurutnya, tindakan AS juga berfungsi mencegah Richard Tur menjabat sebagai sosok penting di PBB.

  3. 3. AS dan Kuba terlibat perselisihan di PBB

    tampak luar Kantor Pusat PBB di New York, Amerika Serikat
    tampak luar Kantor Pusat PBB di New York, Amerika Serikat (unsplash.com/nhuenerfuerst)

    Pengusiran ini setelah AS dan Kuba terlibat percekcokan secara verbal di Majelis Umum PBB. Perselisihan terjadi ketika Perwakilan AS di PBB, Mike Waltz dan Menlu AS, Bruno Rodriguez berdebat soal resolusi akhir embargo ke Kuba. 

    Kemudian, Richard Tur memprotes dan berusaha merebut ponsel dan mendorong pejabat AS yang merekam perselisihan tersebut. Tak lama, Kementerian Luar Negeri AS mengusir Richard Tur dalam waktu 24 jam untuk kembali ke Havana.

    "Kemlu AS sudah menandatangani pengusiran diplomat Kuba yang ditunjuk sebagai sekretaris pertama perwakilannya. Dia akan pergi. Dia akan berada dalam pesawat ke Kuba dalam waktu 24 jam,"ungkap Waltz, dilansir dari Democrata. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Related Articles

See More