Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Total Utang 32 Negara Eropa Tembus Rekor di Atas 95 Triliun Dolar AS

3 min read
Total Utang 32 Negara Eropa Tembus Rekor di Atas 95 Triliun Dolar AS
bendera Uni Eropa (unplash.com/ALEXANDRE LALLEMAND)
  • Total utang 32 negara Eropa menembus rekor lebih dari 95 triliun dolar AS pada paruh pertama 2026, setara 25 persen utang global dengan rasio terhadap PDB sekitar 325 persen.
  • Prancis mencatat stok utang terbesar sebesar 15,5 triliun dolar AS, diikuti Inggris 14,7 triliun dan Jerman 13,5 triliun; lembaga keuangan memegang porsi utang sektoral terbesar.
  • Kenaikan biaya pinjaman, defisit berlanjut, ketidakpastian politik, dan ketergantungan pada investor asing menyulitkan stabilisasi utang serta meningkatkan kerentanan terhadap perubahan sentimen dan arus modal global.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Total utang di 32 negara Eropa mencatatkan rekor tertinggi baru setelah menembus lebih dari 95 triliun dolar AS atau setara Rp1.723.110 triliun (kurs Rp18.132) pada paruh pertama 2026. Data tersebut disampaikan oleh Institute of International Finance pada Kamis (29/10/2026).

Dalam periode enam bulan tersebut, tumpukan utang kawasan Eropa menyumbang sekitar 25 persen dari total utang global dengan rasio utang terhadap produk domestik bruto mencapai sekitar 325 persen. Menurut laporan Global Debt Monitor edisi Eropa dari lembaga tersebut, kenaikan biaya pinjaman dan ketidakpastian politik membuat upaya stabilisasi tingkat utang di kawasan ini menjadi semakin sulit.

  1. 1. Prancis catat utang terbesar di Eropa disusul Inggris dan Jerman

    bendera Prancis
    bendera Prancis (unsplash.com/Anthony Choren)

    Laporan Institute of International Finance mencatat Prancis memiliki stok utang terbesar di Eropa dengan nilai mencapai 15,5 triliun dolar AS atau setara Rp281.139 triliun. Posisi kedua ditempati oleh Inggris yang membukukan total utang sebesar 14,7 triliun dolar AS atau setara Rp266.628,6 triliun.

    Jerman menyusul pada peringkat berikutnya dengan jumlah utang sebesar 13,5 triliun dolar AS atau setara Rp244.863 triliun. Sementara itu, Italia berada di posisi berikutnya dengan mencatatkan total utang sebesar 7,2 triliun dolar AS atau setara Rp130.593,6 triliun.

  2. 2. Lembaga keuangan pegang porsi utang tertinggi lintas sektor

    ilustrasi gedung bank
    ilustrasi gedung bank (unsplash.com/Etienne Martin)

    Berdasarkan sektor ekonomi, lembaga keuangan memegang porsi utang beredar terbesar yakni mencapai 30,4 triliun dolar AS atau setara Rp551.395,2 triliun. Korporasi nonkeuangan menempati urutan kedua dengan kewajiban utang sebesar 26,4 triliun dolar AS atau setara Rp478.843,2 triliun.

    Utang publik tercatat berada pada angka 22,5 triliun dolar AS atau setara Rp408.105 triliun. Sementara itu, utang sektor rumah tangga di kawasan Eropa tercatat sebesar 15,7 triliun dolar AS atau setara Rp284.766,6 triliun.

  3. 3. Biaya pinjaman Prancis alami lonjakan tertajam di Uni Eropa

    Menara Eiffel
    Menara Eiffel (pexels.com/Mart LMJ)

    Prancis mengalami kenaikan biaya pinjaman paling tajam di antara anggota Uni Eropa sepanjang tahun ini. Spread credit default swap tenor lima tahun negara tersebut naik melampaui 100 basis poin ke level tertinggi sejak akhir 2012, sedangkan spread Italia berada di dekat 75 basis poin.

    Laporan tersebut mengingatkan bahwa defisit anggaran yang terus berlanjut, biaya pinjaman yang lebih tinggi, dan penyangga fiskal yang menyusut dalam situasi politik sulit kian mempersulit stabilisasi trayektori utang bagi pemerintah Eropa. Meski demikian, rasio utang kawasan terhadap produk domestik bruto saat ini masih bertahan lebih dari 45 poin persentase di bawah level saat awal krisis utang zona euro.

  4. 4. Ketergantungan pembiayaan asing picu kerentanan arus modal

    ilustrasi pasar saham
    ilustrasi pasar saham (pexels.com/Pixabay)

    Sebagaimana dilansir Anadolu Agency, ketergantungan yang besar pada investor asing untuk mendanai defisit fiskal membuat pemerintah kawasan rentan terhadap pergeseran sentimen risiko global. Kondisi ketergantungan pembiayaan eksternal ini juga mengekspos pemerintah kawasan terhadap dinamika arus modal lintas batas.

    Kebuntuan politik turut dinilai dapat menyulut kembali ketegangan pasar seiring kekhawatiran utang yang kian terkonsentrasi di negara-negara ekonomi terbesar Eropa. Konsentrasi masalah utang pada perekonomian utama tersebut meningkatkan risiko terjadinya rambatan finansial yang lebih luas.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More