Sindikat Pencuri 2.700 Kucing di Vietnam Ditangkap Polisi

- Polisi Vietnam menangkap 12 pria sindikat pencurian kucing di Kota Ho Chi Minh yang mengaku menangkap sekitar 2.700 kucing untuk memasok daging ke rumah makan.
- Sindikat pimpinan Luu Thanh Binh beroperasi malam hari di permukiman Dong Thanh dan Hoc Mon, menggunakan sepeda motor serta kandang jebakan berumpan.
- Penggerebekan menemukan 50 kucing hidup dan peralatan penjagalan; 13 kucing dikembalikan kepada pemilik, sementara polisi memperketat inspeksi perdagangan satwa ilegal.
Jakarta, IDN Times - Kepolisian Vietnam resmi mengamankan 12 pria yang terlibat dalam komplotan pencurian ribuan kucing peliharaan di Kota Ho Chi Minh pada Senin (5/10/2026). Kelompok tersebut diketahui memburu satwa milik warga untuk memasok kebutuhan daging di sejumlah rumah makan.
Penindakan hukum ini dilakukan demi merespons keresahan publik atas maraknya kasus kehilangan hewan peliharaan dalam beberapa waktu terakhir. Otoritas setempat kini memperketat pengawasan lintas wilayah guna memutus peredaran rantai pasok perdagangan satwa ilegal tersebut.
1. Pengakuan pelaku atas penangkapan sekitar 2.700 ekor kucing
Sindikat kejahatan ini dipimpin oleh Luu Thanh Binh asal Kota Can Tho. Kelompok tersebut secara khusus menyasar kawasan permukiman warga di wilayah Dong Thanh dan Hoc Mon. Para pelaku beroperasi mengendarai sepeda motor pada malam hari, antara pukul 23.00 hingga 04.00 waktu setempat.
Setiap tim pencuri dilaporkan mampu menangkap empat hingga sepuluh ekor kucing per malam dengan menggunakan kandang jebakan berisi umpan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, para pelaku mengaku telah menangkap sekitar 2.700 ekor kucing selama melancarkan aksinya.
"Kenyataan pahitnya, ribuan kucing dicuri, diselundupkan, dan dijagal setiap bulan untuk diambil dagingnya di seluruh negeri," kata Direktur Humane World for Animals Vietnam, Phuong Pham, dilansir Malay Mail.
2. Penyitaan puluhan kandang jebakan dan mesin pencabut bulu di penampungan
Di lokasi penampungan milik tersangka, polisi menyita berbagai peralatan yang digunakan untuk pemotongan hewan. Sejumlah barang bukti yang diamankan meliputi dua unit mesin pencabut bulu, dua alat timbang, 55 kandang jebakan, serta uang tunai.
Selain peralatan penjagalan, petugas mendapati 50 ekor kucing yang masih hidup di lokasi penggerebekan. Sebanyak 13 ekor di antaranya berhasil diidentifikasi dan langsung dikembalikan kepada pemiliknya. Sementara itu, kucing-kucing lain yang belum teridentifikasi dibawa ke pusat perlindungan hewan guna memperoleh perawatan medis.
"Sangat mengharukan melihat banyak keluarga datang mencari peliharaan mereka, tetapi memilukan juga karena sebagian warga tidak berhasil menemukannya," ungkap perwakilan Vietnam Cat Welfare, Chris Gindelhumer.
3. Status hukum konsumsi daging anjing dan kucing di Vietnam
Secara hukum, konsumsi daging anjing dan kucing belum sepenuhnya dilarang di Vietnam. Kendati demikian, pemilik rumah makan diwajibkan mengantongi dokumen resmi yang membuktikan asal-usul pasokan daging tersebut secara sah.
Praktik pengambilan hewan peliharaan tanpa izin tetap dikategorikan sebagai tindak pidana pencurian properti. Sebelum pengungkapan kasus ini, kepolisian Kota Ho Chi Minh juga telah membekuk 18 anggota sindikat serupa pada awal tahun. Aparat kini meningkatkan inspeksi terhadap fasilitas pemotongan hewan guna memutus rantai perdagangan ilegal.
"Warga yang kehilangan kucing bisa mendatangi kantor polisi untuk mengenali hewan mereka sekaligus membantu proses penyelidikan," ujar Pejabat Kepolisian, Nguyen The Bao.























