Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kronologi Siswa 15 Tahun Lepas Delapan Tembakan di Sekolah Thailand
ilustrasi penembakan (unsplash.com/Maxim Hopman)
  • Siswa laki-laki 15 tahun melepaskan delapan tembakan menggunakan pistol 9 milimeter milik ayahnya di sekolah menengah Kamphaeng Phet, Thailand, Rabu siang, memicu kepanikan tanpa korban.
  • Guru mengevakuasi dan mengunci kelas, sementara relawan penyelamat bernegosiasi hingga pelaku menyerahkan senjata dan tiarap. Polisi kemudian mengamankan pelaku serta mengevakuasi siswa kepada keluarga.
  • Penyelidikan awal menyebut pelaku sedang diskors dan menjalani perawatan depresi; polisi masih mendalami motif. Sekolah menerapkan pembelajaran daring dua hari dan mengevaluasi protokol keamanan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Aksi penembakan mengguncang sebuah sekolah menengah di Provinsi Kamphaeng Phet, Thailand, pada Rabu (2/9/2026) sekitar pukul 14.00 waktu setempat. Aparat kepolisian bergerak cepat meringkus pelaku yang diketahui merupakan seorang siswa laki-laki berusia 15 tahun.

Insiden menegangkan ini dipastikan tidak memakan korban jiwa maupun luka-luka. Otoritas setempat langsung mensterilkan lokasi kejadian guna memulihkan situasi sekaligus menjamin keselamatan seluruh warga sekolah.

1. Tembakan picu kepanikan massal di area sekolah

Ilustrasi penembakan peluru nyasar. (unsplash.com/Hirmin)

Pelaku menerobos masuk ke area sekolah dengan membawa pistol kaliber 9 milimeter milik sang ayah. Saat pergantian jam pelajaran, ia melepaskan delapan tembakan yang sontak memicu kepanikan massal.

Seorang guru olahraga bergegas mengevakuasi para murid ke gedung auditorium untuk berlindung. Sementara itu, staf pengajar lain mengambil tindakan taktis dengan mengunci seluruh pintu ruang kelas secara serentak. Rentetan tembakan tersebut menghancurkan fasilitas pintu kaca sekolah dan memecahkan kaca mobil milik salah satu guru.

"Pelaku melepaskan tembakan ke arah pos satpam di gerbang, lalu berjalan menuju area kerumunan tanpa melukai siapa pun," ujar Wakil Kepala Kepolisian Provinsi Kamphaeng Phet, Kolonel Anek Chansorn, dilansir The Independent.

2. Pendekatan persuasif relawan berujung penyerahan diri pelaku

ilustrasi penahanan (pexels.com/Kindel Media)

Ketegangan mulai mereda setibanya seorang relawan penyelamat di lokasi kejadian. Relawan tersebut bergegas datang usai menerima panggilan darurat dari sang adik yang bersekolah di sana. Ia mendapati pelaku tengah berdiri di lantai tiga gedung sambil menenteng senjata api.

Dengan sangat berhati-hati, relawan itu melakukan negosiasi persuasif guna mencegah jatuhnya korban. Langkah taktis ini membuahkan hasil hingga pelaku bersedia menyerahkan senjatanya.

"Saya memintanya meletakkan senjata dan tetap tenang, sampai akhirnya dia bersedia tiarap di lantai," ungkap relawan penyelamat, Nathaphon Sinphun.

Polisi yang bersiaga di lokasi langsung mengamankan pelaku. Para siswa yang sebelumnya bersembunyi lantas dievakuasi secara bertahap untuk diserahkan kembali kepada keluarga masing-masing.

3. Sekolah terapkan sistem daring

Ruang kelas dengan meja, kursi, buku, dan tas sebagai ilustrasi suasana perkuliahan. (Foto: Katerina Holmes/Pexels)

Hasil penyelidikan awal mengungkap bahwa pelaku tengah menjalani masa skorsing dan dalam perawatan medis akibat depresi. Dugaan perundungan dari teman sebaya serta sanksi akademik tersebut disinyalir menjadi pemicu aksi nekat sang siswa.

Proses hukum terhadap pelaku kini tengah bergulir dengan pendampingan khusus dari tim multidisipliner dan psikiater anak. Kepolisian juga terus mendalami kasus ini guna mengumpulkan fakta-fakta yang komprehensif.

"Pihak berwenang membutuhkan waktu untuk melakukan penyelidikan menyeluruh guna memastikan motif pasti di balik insiden ini," tegas Gubernur Kamphaeng Phet, Chatip Rujanaseri.

Sebagai langkah antisipasi trauma pascakejadian, pihak sekolah memberlakukan sistem pembelajaran daring selama dua hari ke depan. Protokol keamanan di lingkungan pendidikan setempat juga akan dievaluasi total sebelum aktivitas belajar mengajar kembali beroperasi normal.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article