5 Insiden Penembakan Massal di Asia Tenggara, Terbaru di Bangkok

- Lima insiden penembakan di fasilitas umum dan sekolah terjadi di Filipina serta Thailand sejak Juli 2025, memicu sorotan terhadap keamanan dan regulasi senjata api.
- Penembakan terbaru di Debsirin Nonthaburi School, pinggiran Bangkok, menewaskan 10 orang termasuk lima guru dan melukai lebih dari 30 orang; pelaku berusia 14 tahun mengakhiri hidupnya.
- Tiga insiden terjadi di Thailand, termasuk penembakan sekolah, pasar, dan penyanderaan; pemerintah berjanji melarang warga sipil membawa senjata di ruang publik.
Gelombang kekerasan bersenjata membayangi Asia Tenggara selama setahun terakhir. Yang terbaru adalah tragedi berdarah di Debsirin Nonthaburi School, Thailand, pada Jumat (7/8/2026) kemarin.
Sejak Juli 2025, terjadi lima peristiwa penyerangan di fasilitas umum dan sekolah yang terjadi di Filipina dan Thailand. Rentetan peristiwa kelam ini akhirnya memicu sorotan tajam terhadap isu keamanan serta regulasi senjata api.
1. Aksi keji di Debsirin Nonthaburi School, Bangkok, menewaskan sepuluh orang

Insiden penembakan sekolah terbaru terjadi pada Jumat (7/8/2026) kemarin di Debsirin Nonthaburi School yang terletak di pinggiran Kota Bangkok, Thailand. Dilansir BBC, seorang remaja berusia 14 tahun melakukan penembakan brutal yang menewaskan sepuluh orang, termasuk lima guru. Sementara itu, lebih dari 30 orang menderita luka-luka. Pelaku yang diduga mengalami stres akademik ini juga menembak kakek-neneknya di rumah sebelum mengakhiri hidupnya sendiri.
2. Penembakan di Universitas Ateneo de Manila, Quezon City, pada Juli 2026 dipicu masalah personal

Penembakan massal terjadi Fakultas Hukum Universitas Ateneo de Manila yang berada di Quezon City, Metro Manila, Filipina, pada 24 Juli 2026. Dilansir Deutsche Welle, insiden tragis ini berlangsung di tengah acara wisuda yang dihadiri mahasiswa serta para orang tua.
Sebanyak tiga orang meninggal dunia, termasuk mantan Wali Kota Lamitan, Rosita Furigay, yang menghadiri wisuda sang anak. Pelakunya adalah Chao-Tiao Yumol dan didorong oleh motif berupa masalah personalnya dengan keluarga Furigay.
3. Perundungan memicu aksi penembakan di sebuah SMA di Kota Tacloban pada Juni 2026

Sebulan sebelum peristiwa tragis di Quezon City, Filipina juga dikagetkan dengan insiden penembakan lain. Dilansir Al Jazeera, penembakan massal terjadi di sebuah SMA di Tacloban, Filipina, pada 22 Juni 2026.
Aksi brutal ini menewaskan 3 siswa dan melukai 20 orang lainnya. Dua remaja berusia 14 dan 15 tahun ditangkap sebagai tersangka pelaku serangan yang diduga dipicu oleh aksi perundungan (bullying) serta keterkaitan dengan kelompok radikal daring bernama 764.
4. Aksi penyanderaan di Hat Yai, Songkhla, pada 11 Februari 2026 menewaskan satu orang

Insiden penembakan terjadi di Sekolah Patongprathankiriwat di Hat Yai, Provinsi Songkhla, Thailand, pada 11 Februari 2026. Dilansir BBC, seorang pemuda berusia 18 tahun melepaskan tembakan menggunakan pistol yang dicuri dari polisi dan sempat menyandera siswa serta guru di dalam kelas.
Serangan ini dipicu oleh kekesalan pelaku atas hukuman sekolah terhadap adiknya. Aksi keji tersebut melukai tiga orang, termasuk kepala sekolah yang kemudian meninggal dunia akibat luka tembak. Pelakunya berhasil diamankan oleh pihak kepolisian.
5. Masalah pribadi mendorong aksi keji pelaku penembakan di Pasar Or Tor Kor, Bangkok, pada Juli 2025

Tahun lalu, sebuah insiden penembakan juga terjadi di kawasan Pasar Or Tor Kor, Chatuchak, Bangkok, Thailand. Peristiwa nahas ini terjadi 28 Juli 2025, ketika seorang mantan pekerja di pasar pribadi berusia 61 tahun melepaskan tembakan secara acak. Motifnya diduga karena perselisihannya dengan seorang staf keamanan.
Serangan brutal tersebut menewaskan 6 orang, termasuk dua anak-anak, dan melukai 2 orang lainnya. Pelaku penembakan mengakhiri hidupnya sendiri di lokasi kejadian saat dikepung oleh polisi.
Tiga dari lima insiden dalam daftar ini berlangsung di Thailand. Tak pelak, pemerintah Negeri Gajah Putih berjanji membuat undang-undang baru yang melarang warga sipil membawa senjata api di tempat umum. Izin membawa senjata nantinya hanya akan diberikan kepada aparat penegak hukum yang sedang bertugas.





















