Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri (PM) Jepang, Sanae Takaichi, memecat Menteri Pertanian Kazuo Yana pada 14 Oktober 2026 di tengah skandal politik yang meluas. Langkah tegas ini diambil hanya sebulan setelah Yana dilantik, menyebabkannya sebagai menteri pertama yang mundur akibat skandal sejak Kabinet Takaichi dibentuk.
Kepergian Yana mengancam kelancaran agenda legislatif pemerintah di Diet (parlemen), termasuk pembahasan rancangan undang-undang (RUU) pemotongan pajak konsumsi. Sebagai langkah cepat untuk mengamankan stabilitas kabinet, Takaichi menunjuk mantan menteri negara bidang pertanian, Arata Takebe, guna menggantikan Yana pada Kamis (15/10/2026).
Pengunduran diri Yana dipicu oleh tekanan berat dari partai-partai oposisi di Majelis Tinggi dan Majelis Rendah yang mengancam akan mengajukan mosi tidak percaya. Alhasil, Takaichi menyatakan menerima pengunduran diri tersebut agar pemerintah dapat tetap fokus pada prioritas kebijakan nasional. Takaichi menegaskan bahwa ia memikul tanggung jawab penuh atas penunjukan Yana.
