Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Gegara Gunting Hilang, Puluhan Penerbangan di Bandara Jepang Terganggu

2 min read
Gegara Gunting Hilang, Puluhan Penerbangan di Bandara Jepang Terganggu
Bandara Haneda, Tokyo, Jepang (unsplash.com/Markus Winkler)
  • Pos pemeriksaan keamanan terminal domestik Bandara Naha ditutup hampir dua jam pada 13 Oktober 2026 setelah gunting petugas kebersihan dikhawatirkan berada di area steril.
  • Penutupan memicu antrean ribuan penumpang dan mengganggu lebih dari 20 penerbangan, termasuk sedikitnya 10 penerbangan pagi yang tertunda hingga satu jam 43 menit.
  • Gunting kemudian ditemukan di kantor penyedia jasa kebersihan, bukan di area steril; pemeriksaan dibuka kembali pukul 07.53 dan pengelola mengevaluasi tata kelola peralatan kerja.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Layanan penerbangan domestik di Bandara Naha, Prefektur Okinawa, mengalami gangguan operasional pada Selasa (13/10/2026). Peristiwa ini mengakibatkan puluhan jadwal keberangkatan terpaksa dibatalkan maupun ditunda.

Gangguan tersebut terjadi setelah gerbang pemeriksaan keamanan ditutup mendadak akibat hilangnya peralatan kerja milik seorang petugas kebersihan. Penutupan sementara ini dilakukan demi memastikan standar keselamatan penerbangan tetap terjaga.

  1. 1. Penutupan pos pemeriksaan di terminal domestik

    ilustrasi bandara di Jepang
    ilustrasi bandara di Jepang (pexels.com/Ming Chin Hsieh)

    Pintu pemeriksaan keamanan di bagian selatan terminal domestik ditutup mendadak mulai pukul 06.00 hingga menjelang pukul 08.00 waktu setempat. Langkah penutupan selama hampir dua jam ini diambil karena adanya kekhawatiran bahwa gunting milik petugas kebersihan tertinggal di area ruang tunggu keberangkatan.

    Petugas segera menyisir seluruh koridor untuk mensterilkan area sebelum calon penumpang diizinkan melintas. Sesuai prosedur keselamatan, proses pemindaian penumpang wajib dihentikan sementara guna mencegah benda tajam masuk ke dalam kabin pesawat.

    Perwakilan Kantor Cabang Bandara Kementerian Transportasi Jepang membenarkan bahwa penutupan tersebut merupakan langkah pencegahan wajib.

    "Semula ada kekhawatiran bahwa benda tersebut berada di area steril setelah pos pemeriksaan terminal domestik, tetapi barang itu akhirnya ditemukan di tempat lain," ujarnya, dilansir The Star.

  2. 2. Dampak penundaan belasan jadwal penerbangan

    potret bandara di Jepang (unsplash.com/mos design)
    potret bandara di Jepang (unsplash.com/mos design)

    Penghentian pemeriksaan tersebut memicu penumpukan ribuan calon penumpang hingga antrean mengular ke luar lobi terminal. Kepadatan di aula lantai dua membuat penumpang tidak bisa memindai bagasi kabin, terutama bagi mereka yang sudah tiba sejak subuh.

    Kekacauan jadwal berimbas langsung pada armada Japan Airlines beserta maskapai mitra dalam grupnya. Sedikitnya sepuluh penerbangan pagi tertunda hingga satu jam 43 menit. Dampak penundaan ini meluas hingga siang hari, mencakup lebih dari 20 penerbangan yang harus ditunda maupun dibatalkan rutenya.

    Seorang calon penumpang menceritakan situasi yang dialaminya di tengah antrean panjang.

    "Awalnya saya tidak tahu apa yang sedang terjadi. Petugas tiba-tiba membawa papan penanda akhir antrean dan kami tidak bisa masuk ke pos pemeriksaan keamanan," tuturnya.

  3. 3. Pembukaan kembali pos pemeriksaan keamanan bandara

    Suasana Bandara Narita, jepang (IDN Times/Anata)
    Suasana Bandara Narita, jepang (IDN Times/Anata)

    Pencarian ketat petugas membuahkan hasil setelah keberadaan gunting tersebut berhasil dipastikan. Alat pemotong milik staf kebersihan itu ternyata tersimpan aman di kantor penyedia jasa kebersihan dan tidak pernah terbawa ke area steril terminal penumpang.

    Setelah situasi dipastikan aman sepenuhnya, pihak pengelola membuka kembali pos pemeriksaan selatan pada pukul 07.53 waktu setempat. Proses pemindaian dipercepat guna mengurai kepadatan calon penumpang di lorong keberangkatan.

    Pihak pengelola bersama kementerian transportasi langsung mengevaluasi tata kelola peralatan kerja demi mencegah kejadian serupa terulang kembali.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More