Jakarta, IDN Times – Organisasi Meteorologi Dunia (WMO), badan cuaca Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), memperingatkan bumi hampir dipastikan menghadapi periode terpanas dalam sejarah menjelang akhir dekade ini. Peningkatan krisis iklim disebut menjadi faktor utama yang terus mendorong kenaikan suhu global.
WMO menyebut peluang sebesar 86 persen bahwa salah satu tahun dalam rentang 2026-2030 akan melampaui rekor panas tahun 2024 sejak pencatatan global dimulai. Selain itu, terdapat kemungkinan 75 persen bahwa rata-rata suhu dunia selama lima tahun mendatang akan menembus ambang 1,5 derajat Celsius di atas level pra-industri.
Ambang batas tersebut dinilai sangat krusial karena kenaikan suhu yang terus berulang dapat memicu cuaca ekstrem dengan dampak lebih merusak. Gelombang panas mematikan, badai besar, kekeringan berkepanjangan, hingga banjir bandang menjadi risiko yang diperkirakan meningkat apabila batas itu terlampaui secara rutin.
Hampir 200 negara sebenarnya telah menyepakati Perjanjian Paris yang mulai berlaku pada November 2016 guna membatasi kenaikan suhu global. Dalam perjanjian itu, pengukuran target dilakukan berdasarkan rata-rata suhu selama 20 tahun sehingga lonjakan panas dalam satu tahun belum otomatis dianggap sebagai kegagalan permanen target iklim global.
