Korea Selatan tengah menghadapi persoalan sosial serius berupa semakin banyak orang yang menarik diri dari kehidupan sosial. Konselor Lee Ho-sun menyebut sekitar 540 ribu orang di Korea Selatan mengalami social withdrawal pada 2022, dengan laki-laki berusia 20-an dan orang berpendidikan tinggi menjadi bagian besar dari kelompok tersebut.
Kondisi ini dapat berkaitan dengan berbagai pengalaman sulit, mulai dari masalah akademik, pekerjaan, hingga hubungan interpersonal. Penelitian ilmiah juga menunjukkan bahwa isolasi sosial pada anak muda Korea berkaitan dengan pengangguran, depresi, rendahnya self-esteem, serta pandangan negatif terhadap masa depan. Fenomena ini akhirnya memperlihatkan bahwa menarik diri dari lingkungan sosial gak selalu sesederhana seseorang yang sekadar ingin menghabiskan waktu sendirian.
Lantas, seberapa besar sebenarnya fenomena social withdrawal yang terjadi di Korea Selatan? Yuk, simak fakta dan penyebabnya berikut ini.
