pasukan Houthi di Kota Sanaa, Yaman. (Public domain, via Wikimedia Commons)
Departemen Pertahanan AS dilaporkan telah menyusun skenario serangan cepat selama tiga hari ke sejumlah sasaran di Iran. Tiga kapal induk AS disiagakan di Timur Tengah untuk membidik pangkalan drone, gudang rudal, dan instalasi energi Teheran. Rencana ini disiapkan melalui koordinasi intensif bersama IDF.
Selain wacana serangan ke Iran, pejabat pertahanan AS menjajaki kemungkinan serangan Israel terhadap target Houthi di Yaman. Pembahasan ini muncul setelah kelompok Houthi melancarkan serangan rudal ke Bandara Internasional King Khalid di Riyadh yang menewaskan 12 orang.
Zamir mengingatkan pihak AS bahwa serangan terhadap Yaman dapat memperluas konflik regional dan memicu keterlibatan langsung Iran. Sementara itu, pernyataan publik Presiden AS Donald Trump justru bertolak belakang dengan dugaan adanya persiapan operasi militer di Pentagon.
"Kami tidak akan menyerang Iran sebelum pemilu sela di AS pada 3 November. Iran tidak akan memiliki senjata nuklir," kata Trump di Truth Social, dilansir The Jerusalem Post pada Minggu (11/10/2026).