Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Tegar di Tengah Duka, Cak Imin Rampungkan Amanah Haji untuk Istri
Muhaimin, Petugas PPIH Arab Saudi, ditemui usai menerima video call dari Wakil Menteri Haji dan Umrah (IDN Times/Yogie Fadila/MCH 2026)
  • Cak Imin, petugas PPIH Arab Saudi, tetap menunaikan tugas haji meski istrinya wafat di Malang, menunjukkan keteguhan dan dedikasi tinggi terhadap amanah negara.
  • Ia melaksanakan badal umrah khusus untuk almarhumah istrinya di Makkah, bertepatan dengan waktu pemakaman di Tanah Air, sebagai bentuk penghormatan terakhir penuh makna.
  • Didukung doa keluarga dan pimpinan Kemenhaj, Cak Imin berkomitmen menuntaskan tugas hingga akhir operasional haji sebelum pulang ke Indonesia pada awal Juli 2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jeddah, IDN TimesBerita duka tengah melanda keluarga besar Muhaimin, seorang petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi dari unit Media Center Haji (MCH). Di tengah dedikasinya melayani para "Tamu Allah" di Tanah Suci, ia harus menerima kenyataan pahit atas kepergian sang istri tercinta, Diana Maf'ula, yang meninggal dunia pada Rabu (10/06/2026) setelah sempat berjuang melawan sakit.

Lantaran tengah mengemban amanah negara yang belum usai, pria yang akrab disapa Cak Imin itu harus menahan rindu dan kepedihan karena belum dapat pulang untuk mendampingi langsung proses pemakaman sang istri di Malang, Jawa Timur.

Sebagai bentuk penghormatan dan empati yang mendalam, Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, beserta jajaran pimpinan Kementerian Haji dan Umrah bertakziah langsung ke rumah duka di Malang pada Jumat (12/6/2026). Kunjungan ini menjadi bentuk dukungan moral dan pelipur lara bagi anak-anak dan keluarga yang ditinggalkan.

1. Belasungkawa via video call

Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak berkunjung untuk takziah ke rumah Muhaimin di Malang, Jawa Timur (Dok. MCH 2026)

Di sela-sela momen takziah tersebut, Wamenhaj Dahnil menyempatkan diri untuk terhubung langsung dengan Cak Imin melalui sambungan panggilan video (video call). Saat itu, Cak Imin tengah beristirahat di akomodasi petugas haji di Hotel Aseel, Jeddah.

Senyum ketegaran terpancar dari wajah Cak Imin saat melihat pimpinan tertingginya hadir memberikan doa secara langsung di ruang tamu rumahnya.

"Kehadiran Pak Wamen beserta para pimpinan Kemenhaj ini menjadi penghibur bagi kami. Ini menjadi kekuatan tersendiri bagi kami, anak kami, keluarga kami. Mudah-mudahan ini menjadi penguat bagi kami," ungkap Cak Imin dengan nada haru.

Bagi Cak Imin, keikhlasan mendiang istrinya melepas sang suami bertugas ke Tanah Suci adalah wujud nyata dari pengorbanan keluarganya. Perhatian dari kementerian ini dianggapnya sebagai sebuah kehormatan yang semakin membulatkan tekadnya untuk menuntaskan amanah hingga akhir masa operasional.

2. Badal umrah mendiang Istri: "sa'i selesai, pemakaman selesai"

Muhaimin sedang menerima panggilan video dari Wakil Menteri Haji dan Umrah RI (IDN Times/Yogie Fadila/MCH 2026)

Dalam perbincangan tersebut, Wamenhaj sempat menanyakan apakah Cak Imin sudah membadalkan (menggantikan ibadah) umrah untuk almarhumah istrinya. Dengan suara yang sedikit bergetar namun tegar, Cak Imin membagikan momen spiritual yang dialaminya.

Pada Rabu (10/6/2026) pagi waktu Arab Saudi, Cak Imin sempat meminta izin kepada pimpinannya di MCH untuk berangkat ke Masjidil Haram. Niat awalnya adalah murni untuk memanjatkan doa kesembuhan di depan Ka'bah, lantaran sang istri baru saja dikabarkan masuk ruang Intensive Care Unit (ICU).

Namun, manusia hanya bisa berencana. "Ketika di tengah perjalanan, kemudian mendapat kabar kalau istri sudah tiada," kenangnya.

Alih-alih larut dalam keputusasaan dan kembali ke hotel, Cak Imin memantapkan langkahnya. Ia segera singgah di Masjid Aisyah di Tan'im (salah satu batas miqat) untuk meluruskan niat melakukan badal umrah yang dihajatkan khusus bagi almarhumah.

Ada sinkronisasi waktu yang begitu menggetarkan hati saat ia menunaikan rukun-rukun umrah tersebut dari Makkah, bersamaan dengan prosesi pemakaman istrinya di Malang.

"Ketika saya melaksanakan badal umrah, juga pas istri lagi diproses sampai dengan penguburan. Alhamdulillah, sa'i selesai, penguburan (di Malang) selesai. Insyaallah tugas saya sebagai suami sudah paripurna," tutur Cak Imin menahan haru.

3. Keinginan yang belum terwujud

Muhaimin dan mendiang istri Diana Maf'ula, yang meninggal dunia pada Rabu (10/06/2026) (Dok. Pribadi)

Ia pun membagikan satu impian yang belum sempat terwujud. Rencana awalnya, setelah tugas negara ini purna, ia ingin sekali mengajak sang istri kembali ke Tanah Suci untuk berziarah ke Makkah dan Madinah bersama-sama. "Tapi ya, takdir berkata lain, Pak Wamen. Allah lebih sayang," ucapnya tersenyum ikhlas.

Kini, berbekal doa dan ketegaran dari keluarganya di Tanah Air, Cak Imin berkomitmen untuk tidak mundur satu langkah pun. Ia dijadwalkan akan tetap ikut bergeser ke Madinah pada 16 Juni mendatang untuk mengawal jemaah gelombang kedua, dan baru akan kembali ke Indonesia pada penerbangan kloter terakhir petugas Daker Bandara, yakni pada 2 Juli 2026.

"Sehat-sehat ya, Mas," ucap Wamenhaj Dahnil mengakhiri panggilan, menutup interaksi yang membuktikan besarnya pengorbanan seorang petugas haji di lapangan.

Editorial Team

Related Article