Jakarta, IDN Times - Iran membantah klaim Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, bahwa kedua negara akan bertemu di Qatar pada Selasa (1/7/2026) untuk pembicaraan terkait sengketa Selat Hormuz. Pada Senin (30/6/2026), juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, mengatakan bahwa tidak ada negosiasi dengan Washington yang dijadwalkan pada tingkat apa pun dalam beberapa hari mendatang.
Dilansir The Guardian, bantahan tersebut muncul setelah Washington dan Teheran sepakat untuk saling menghentikan serangan menyusul babak baru eskalasi militer di sekitar Selat Hormuz. Trump sebelumnya mengklaim di Truth Social bahwa Iran telah meminta pertemuan kedua negara di Doha.
Sebagai informasi, pada Kamis (25/6/2028) Teheran menyerang kapal kargo di Selat Hormuz dan memicu serangan AS terhadap beberapa target Iran pada Sabtu (27/6/2026). Negara Timur Tengah tersebut kemudian kembali melancarkan serangan balasan terhadap sejumlah pangkalan militer AS di Kuwait dan Bahrain.
