Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Cek Fakta: Benarkah AS-Iran Kembali Berunding Usai Serangan Terakhir?

Cek Fakta: Benarkah AS-Iran Kembali Berunding Usai Serangan Terakhir?
ilustrasi perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel (unsplash.com/Saifee Art)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Amerika Serikat mengirim delegasi ke Doha untuk melanjutkan pembahasan implementasi kesepakatan damai sementara, termasuk isu gencatan senjata dan program nuklir Iran.
  • Pemerintah Iran membantah adanya agenda perundingan langsung dengan AS, menegaskan delegasi teknisnya di Qatar tidak terkait kunjungan tim Amerika.
  • Komunikasi kedua negara masih dilakukan melalui mediator Qatar dan Pakistan, sehingga klaim bahwa AS dan Iran kembali berunding belum sepenuhnya benar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Kabar mengenai Amerika Serikat (AS) dan Iran yang disebut kembali ke meja perundingan menjadi perhatian setelah Gedung Putih mengumumkan pengiriman delegasi ke Doha, Qatar, untuk melanjutkan pembahasan terkait implementasi kesepakatan damai sementara yang disepakati pada pertengahan Juni lalu.

Informasi tersebut memunculkan harapan kedua negara mulai kembali menempuh jalur diplomasi setelah beberapa hari terakhir saling melancarkan serangan rudal yang menguji keberlangsungan gencatan senjata.

Namun, di saat pemerintah Amerika Serikat menyatakan tim negosiasinya akan berada di Doha, pemerintah Iran justru menyampaikan pernyataan berbeda. Teheran menegaskan tidak ada agenda perundingan dengan Washington dalam waktu dekat.

Lantas, benarkah AS dan Iran telah kembali ke meja perundingan? Berikut fakta-faktanya.

Table of Content

1. AS umumkan pengiriman delegasi ke Doha

1. AS umumkan pengiriman delegasi ke Doha

Bendera Qatar sedang berkibar.
potret bendera Qatar (pexels.com/monk 333)

Gedung Putih menyatakan Presiden Donald Trump mengirim menantunya, Jared Kushner, bersama utusan khusus Steve Witkoff untuk memimpin delegasi Amerika Serikat ke Doha, Qatar.

Keberangkatan tim tersebut disebut sebagai bagian dari upaya melanjutkan implementasi nota kesepahaman berisi 14 poin yang disepakati pada 17 Juni. Kesepakatan itu memberikan waktu sedikitnya 60 hari bagi kedua negara untuk memperpanjang gencatan senjata, membahas program nuklir Iran, serta merundingkan perdamaian yang lebih permanen.

Laporan media Axios juga menyebut pembicaraan dijadwalkan kembali berlangsung di Qatar setelah ketegangan meningkat akibat saling serang antara kedua negara dalam beberapa hari terakhir.

Di tengah proses tersebut, Selat Hormuz tetap menjadi salah satu isu utama yang akan dibahas karena jalur pelayaran strategis itu sempat mengalami gangguan akibat konflik dan berdampak terhadap perdagangan minyak dunia.

2. Iran bantah ada negosiasi langsung

ilustrasi bendera Iran
ilustrasi bendera Iran (Aerra Carnicom, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)

Berbeda dengan pernyataan Washington, pemerintah Iran menegaskan belum ada agenda perundingan langsung dengan Amerika Serikat.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan delegasi teknis Iran memang akan berada di Qatar. Namun, ia menegaskan kehadiran delegasi tersebut tidak berkaitan dengan kunjungan tim Amerika Serikat.

“Kami tidak akan mengadakan pertemuan negosiasi dalam bentuk apa pun dengan pihak Amerika dalam beberapa hari ke depan,” kata Baghaei, dikutip dari France24, Selasa (30/6/2026).

Ia juga menyatakan keberadaan delegasi teknis Iran di Qatar tidak ada hubungannya dengan kunjungan delegasi Amerika Serikat.

Meski demikian, seorang pejabat senior Iran mengatakan masih ada kemungkinan pembahasan berlangsung di Doha pada Selasa. Namun, fokusnya disebut lebih kepada pengelolaan Selat Hormuz dan upaya meredakan ketegangan, bukan negosiasi langsung mengenai isu-isu yang menjadi pokok perselisihan kedua negara.

3. Komunikasi masih lewat mediator

Perundingan damai Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang ditengahi Pakistan (Pakistan Prime Minister Office / AFP)
Perundingan damai Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang ditengahi Pakistan (Pakistan Prime Minister Office / AFP)

Perbedaan pernyataan dari Washington dan Teheran menunjukkan informasi mengenai dimulainya kembali perundingan masih memerlukan konteks.

Faktanya, Amerika Serikat memang mengirim tim ke Doha sebagai bagian dari upaya diplomasi. Namun hingga Senin (29/6/2026), Iran secara resmi menyatakan belum menjadwalkan pertemuan negosiasi langsung dengan pemerintah Amerika Serikat.

Sumber yang mengetahui rencana pembahasan juga menyebut tim teknis kedua negara diperkirakan hanya akan bertemu secara terpisah dengan mediator dari Qatar dan Pakistan, bukan melakukan perundingan langsung satu sama lain.

Karenanya, klaim AS dan Iran telah kembali ke meja perundingan belum sepenuhnya benar. Hingga saat ini, yang telah terkonfirmasi adalah pengiriman delegasi dan kemungkinan komunikasi melalui mediator. Sementara itu, negosiasi resmi antara Washington dan Teheran masih belum dijadwalkan berdasarkan pernyataan pemerintah Iran.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar

Related Articles

See More