Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Detail Kegiatan Latihan Militer Calon Manajer Kopdes, Dimulai Pukul 04.30

Detail Kegiatan Latihan Militer Calon Manajer Kopdes, Dimulai Pukul 04.30
Kegiatan pemberian materi di dalam kelas bagi peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) di Pusat Pendidikan Kesehatan Puskesad, Kramat Jati, Jakarta Timur. (IDN Times/Santi Dewi)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Kementerian Pertahanan menyesuaikan kurikulum dan jadwal peserta SPPI setelah lima calon manajer Koperasi Desa meninggal saat latihan dasar militer.
  • Jadwal harian kini dimulai pukul 04.30 WIB dengan kegiatan ibadah, senam pagi, belajar di kelas hingga sore, serta apel malam sebelum istirahat.
  • Latihan militer dan taktis dihapus, fokus pada baris-berbaris serta kedisiplinan; kesehatan peserta menjadi prioritas dengan pendampingan medis ketat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Komandan Satuan Pendidikan Kesehatan Pusat Kesehatan TNI AD, Letnan Kolonel Ckm Said Jauhari mengakui ada penyesuaian di dalam materi kurikulum dan jadwal para peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) atau calon manajer Koperasi Desa Merah Putih. Kebijakan itu ditempuh oleh Kementerian Pertahanan usai lima calon manajer meninggal saat mengikuti latihan dasar militer.

Said mengatakan, kegiatan bagi peserta SPPI di Pusat Pendidikan Kesehatan Puskes TNI AD dimulai pukul 04.30 WIB. Jam itu lebih siang dibandingkan sebelum ada evaluasi kegiatan. Mengacu kepada kegiatan di Brigif I Marinir, Cilandak, kegiatan peserta sebelum adanya evaluasi sudah dimulai sejak pukul 03.30 WIB.

Agenda selanjutnya yakni melakukan ibadah sesuai dengan kepercayaan masing-masing. Di Pusat Pendidikan Kesehatan Puskes TNI AD tersedia masjid dan pura.

"Setelah itu, mereka kembali ke barak untuk melakukan bersih-bersih hingga persiapan mandi hingga pukul 05.30 WIB. Mereka kemudian menuju ke ruang makan untuk melaksanakan makan pagi. Selesai makan pagi, pukul 06.00 kami kumpulkan lagi di lapangan untuk mengikuti kegiatan senam pagi," ujar Said menjawab pertanyaan IDN Times, Selasa (30/6/2026).

Perwira menengah di TNI Angkatan Darat (AD) itu menilai, senam pagi penting dilakukan agar tubuh bugar dan menambah kesiapan mereka belajar.

Lalu, agenda dilanjutkan pada pukul 06.30 WIB dengan melakukan apel pagi. Berdasarkan pantauan IDN Times di Satuan Pendidikan Kesehatan Pusat Kesehatan TNI AD, para peserta masih melakukan aktivitas mengenakan pakaian dinas lapangan (PDL) loreng motif hijau sage.

Para peserta kemudian masuk ke dalam kelas untuk melaksanakan kegiatan belajar hingga pukul 17.00 WIB.

1. Belajar soal bela negara di ruang kelas

SPPI, Kemhan
Materi mengenai bela negara yang disampaikan di ruang kelas bagi calon manajer Koperasi Desa Merah Putih. (IDN Times/Santi Dewi)

Lebih lanjut, IDN Times menyaksikan di dalam ruang kelas, para calon manajer Koperasi Desa Merah Putih diberikan materi berupa bela negara. Di ruang kelas itu, terpampang slide mengenai makna bela negara.

"Yang dimaksud dengan rasa persatuan adalah adanya rasa senasib sepenanggungan serta ikatan yang kuat di dalam menjalankan tugas. Yang dimaksud dengan rasa disiplin adalah mengutamakan kepentingan tugas di atas kepentingan pribadi yang pada hakikatnya tidak lain daripada keikhlasan penyisihan pilihan hati sendiri. Yang dimaksud dengan menumbuhkan sikap jasmani yang tegap dan tangkas adalah mengarahkan pertumbuhan tubuh yang diperlukan oleh tugas pokok, sehingga secara jasmani dapat menjalankan tugas pokok tersebut dengan sempurna," demikian isi slide yang dibacakan oleh pelatih di hadapan puluhan calon manajer di ruang kelas.

Ada pula momen di mana pelatih mengajarkan teori mengenai baris berbaris di dalam kelas kepada para peserta. Said menjelaskan, baris berbaris bukan sengaja dipindahkan ke dalam ruang kelas. Namun, bila materi itu dilakukan pada siang hari maka dihindari untuk dipraktikan di lapangan terbuka.

Said menjelaskan, penghapusan latihan fisik lapangan di siang hari untuk menghindari cuaca panas bagi peserta. "PBB (latihan baris berbaris) ada teori dan praktik. Karena perubahan ini, praktiknya dilakukan pada pagi dan sore hari sehingga menghindari sengatan panas," tutur dia.

2. Makan siang dilakukan bersama dan diwarnai yel-yel

SPPI, Kemhan, koperasi desa merah putih
Kegiatan pemberian materi di dalam kelas bagi peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) di Pusat Pendidikan Kesehatan Puskesad, Kramat Jati, Jakarta Timur. (IDN Times/Santi Dewi)

Memasuki pukul 12.30 WIB, mereka makan siang bersama. Makan dilakukan di lantai bawah dari barak mereka. Para calon manajer kopdes berjalan kaki dengan berbaris untuk menuju ke barak. Lalu, saat berjalan, para calon manajer kopdes melantunkan yel-yel yang sudah dilatih bersama.

Ketika memasuki ruang makan, para calon manajer kopdes mengucapkan kalimat sandi 'izin masuk, SPPI!' Mereka kemudian duduk dan menunggu aba-aba untuk bisa makan bersama.

Menu makan siang hari itu terlihat menggugah selera. Mulai dari rendang, telur balado, hingga capcay. Sebagai menu makanan penutup, masing-masing peserta diberikan buah jeruk.

Para peserta selesai makan siang pada pukul 12.50 WIB dan melanjutkan materi di dalam kelas. Para peserta SPPI kemudian kembali ke barak pada pukul 17.00 WIB lalu mandi.

Kemudian pukul 19.30 WIB hingga pukul 20.00 WIB, mereka mengikuti apel malam. "Setelah itu, mereka beristirahat," tutur dia.

Meski begitu, sebagian dari mereka memanfaatkan waktu istirahat itu untuk melakukan aktivitas lain seperti mencuci baju. Namun, para pelatih mengecek kembali ke barak pukul 22.00 WIB.

"Kami pastikan mereka sudah beristirahat total dan tak ada aktivitas di barak," katanya.

3. Latihan militer dan taktis dihapuskan

SPPI, Kemhan
Komandan Satdik Pusdikkes Puskesad, Letnan Kolonel Ckm Said Jauhari (kedua dari kiri) ketika memberikan keterangan. (IDN Times/Santi Dewi)

Komandan Satuan Pendidikan Kesehatan Pusat Kesehatan TNI AD, Letnan Kolonel Ckm Said Jauhari menambahkan, hal lain yang disesuaikan usai kejadian lima calon manajer kopdes meninggal yakni latihan militer dan taktis dihapus. Kegiatan pengenalan senjata pun ditiadakan. Maka, kegiatan yang berlangsung di lapangan hanya baris-berbaris atau penghormatan militer.

"Itu untuk melatih kekompakan dan kedisiplinan mereka," tutur dia.

Selain itu, Pusat Pendidikan Puskes TNI AD dekat dengan fasilitas rumah sakit. Sehingga bagi peserta yang mengeluhkan terjadi penurunan kesehatan bisa langsung dilarikan ke sana.

"Terkait data-data kesehatan, kami sudah cek semua data kesehatannya. Sebagai contoh, ditemukan di sini ada dua orang yang mengeluhkan anemia. Maka itu, kami dampingi secara ketat. Dua orang peserta selalu didampingi personel kami," katanya.

Peserta yang memiliki riwayat penyakit pun tidak diikutkan dalam kegiatan fisik apapun. "Jadi, untuk kesehatan, memang sesuai arahan pimpinan, ini merupakan prioritas kami," imbuhnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah

Related Articles

See More