Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
potret pasukan militer Israel (IDF) (flickr.com/Israel Defense Forces via commons.wikimedia.org/Israel Defense Forces)
  • Seorang tentara IDF ditangkap pada September setelah diduga menjadi mata-mata Iran dan menerima imbalan mata uang kripto, menurut otoritas hukum Israel.
  • Selama sekitar setahun, ia diduga mengirim lewat Telegram informasi aktivitas militer, panggilan tugas, foto pangkalan AS, koordinat, pesawat, dan kendaraan militer di Israel.
  • Tentara itu masih ditahan hingga setidaknya 12 November, pernah ditawari 200 ribu dolar AS untuk ke Iran, dan terancam hukuman berat atas tindakan sadar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Seorang tentara Pasukan Pertahanan Israel (IDF) ditangkap karena menjadi mata-mata untuk Iran. Kabar tersebut disampaikan oleh otoritas hukum Israel pada Kamis (29/10/2026) kemarin. Tentara yang tidak disebut namanya itu kini sedang menjalani proses hukum untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. 

Pengadilan militer Israel menjelaskan, tentara tersebut sudah ditangkap pada September lalu. Ia berhasil diringkus berkat kerja sama antara Shin Bet (badan intelijen Israel), kepolisian Israel, dan IDF. Ia ditangkap karena kedapatan sering melakukan kontak dengan intelijen Iran untuk memberi informasi rahasia dari Israel dengan imbalan mata uang kripto.

1. Rutin melakukan kontak dengan intelijen Iran selama setahun

ilustrasi komunikasi (unsplash.com/Volodymyr Hryshchenko)

Tentara IDF tadi dikabarkan sudah menjalin kontak dengan intelijen Iran selama kurang lebih setahun. Selama itu, ia kerap memberikan informasi rahasia seputar aktivitas militer dan panggilan tugas IDF, termasuk detail tentang panggilan tugasnya sendiri saat pecahnya perang dengan Iran pada 28 Februari 2026 lalu.

Selain itu, ia juga kerap mengirim informasi berupa foto pangkalan militer Amerika Serikat (AS) beserta koordinatnya serta foto pesawat pencegat, kendaraan militer, dan pesawat pengisian bahan bakar militer AS yang terparkir di bandara Israel. Semua informasi tersebut dikirim pelaku ke Iran melalui media sosialTelegram. 

2. Pernah ditawari uang untuk berangkat ke Iran

potret Kota Bandar Abbas, Iran (commons.wikimedia.org/alirezaseydabady)

Pengadilan militer Israel juga mengungkap bahwa tentara tersebut pernah ditawari uang sebesar 200 ribu dolar AS atau Rp3,6 miliar untuk berangkat ke Iran. Namun, tidak dijelaskan apakah uang tersebut diterima atau tidak.

Saat ini, tentara tersebut masih ditahan. Pengadilan militer Israel mengatakan, penahanannya akan diperpanjang hingga 12 November mendatang. Namun, pelaku juga berpotensi akan terus ditahan sampai proses hukum yang ia jalani selesai.

3. Pelaku akan menghadapi hukuman berat

ilustrasi hukuman (pexels.com/Markus Winkler)

Dalam pernyataan bersama, Shin Bet, kepolisian Israel, dan IDF mengatakan bahwa tentara tersebut akan menghadapi hukuman berat. Sebab, ia melakukan tindakan mata-mata untuk Iran dengan “Kesadaran penuh”. Artinya, ia melakukan tindakan tersebut tanpa paksaan dari pihak mana pun. Ini tentu merupakan pelanggaran berat terhadap aturan dan nilai-nilai pasukan IDF.

“Investigasi juga menemukan bahwa tentara tersebut bertindak dengan kesadaran akan identitasnya,” demikian bunyi pernyataan bersama Shin Bet, kepolisian Israel, dan IDF, seperti dilansir Times of Israel.

Kasus seperti ini sebetulnya sudah sering terjadi. Sebab, selama dua tahun terakhir, sejumlah tentara IDF memang kerap melakukan tindakan mata-mata untuk Iran. Biasanya, intelijen Iran merekrut dan mengajak tentara IDF untuk menjadi mata-mata mereka lewat media sosial.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article