Jakarta, IDN Times – Pemerintah Thailand menghentikan sementara penerbitan izin kepemilikan senjata api menyusul penembakan massal yang menewaskan sembilan orang, termasuk pelaku berusia 14 tahun pada pekan lalu. Pemerintah juga akan meninjau izin yang telah diterbitkan.
Pemilik senjata yang telah memiliki izin juga dilarang membawa senjata ke tempat umum. Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, mengatakan kebijakan tersebut akan diterapkan hingga aturan baru dengan pengawasan lebih ketat serta hukuman yang lebih berat diberlakukan, dikutip dari Bangkok Post.
Pada Jumat lalu, seorang remaja laki-laki berusia 14 tahun menembak mati kakek-neneknya di Nonthaburi, di sebelah utara Bangkok. Pelaku kemudian menewaskan enam orang lainnya di sekolahnya sebelum akhirnya mengarahkan senjata tersebut ke dirinya sendiri. Penembakan itu menjadi pembunuhan massal paling mematikan di Thailand dalam hampir empat tahun terakhir.
