Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Truk Mogok di Gurun Sahara, 49 Warga Niger Tewas Dehidrasi
Gurun Sahara (magnific.com/wirestock)
  • Sebanyak 49 warga Niger meninggal akibat dehidrasi setelah truk mereka mogok dan terdampar di Gurun Sahara tanpa air maupun tempat berteduh.
  • Dua penumpang berjalan kaki lebih dari 50 kilometer melintasi gurun untuk mencari bantuan hingga berhasil mencapai kota Assamaka.
  • Tim penyelamat menemukan 49 korban tewas di lokasi truk pertama dan berhasil mengevakuasi 60 penumpang dari truk kedua yang juga mogok.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Sebanyak 49 warga negara Niger dilaporkan meninggal dunia akibat dehidrasi di kawasan utara Gurun Sahara. Peristiwa ini terjadi setelah truk yang mereka tumpangi mengalami kerusakan mesin dan terdampar selama beberapa hari.

Pemerintah daerah setempat mengonfirmasi insiden tersebut pada Jumat (5/6/2026). Otoritas keamanan di wilayah Agadez telah menerima laporan dan langsung mengerahkan tim penyelamat untuk penanganan darurat di lokasi kejadian.

1. Kerusakan mesin truk di area perbatasan

Rombongan warga tersebut sedang dalam perjalanan pulang usai menghadiri sebuah acara keagamaan di Mali. Truk yang mereka tumpangi dilaporkan tersesat dan mengalami kerusakan mesin sekitar 80 kilometer sebelah barat kota Assamaka.

Sopir dan kernetnya telah berupaya memperbaiki kendaraan, tetapi tidak berhasil. Kondisi ini membuat puluhan penumpang terjebak di tengah gurun tanpa akses air bersih maupun tempat berteduh.

"Tanpa pasokan air dan tak mampu memperbaiki kendaraan, para pelancong terjebak di lingkungan bersuhu ekstrem yang mengancam nyawa," kata Gubernur Wilayah Agadez, Jenderal Ibra Boulama Issa, mengutip Al Jazeera.

2. Dua penumpang berjalan kaki sejauh 50 kilometer untuk mencari bantuan

Merespons situasi krisis tersebut, dua pria dari rombongan berinisiatif berjalan kaki melintasi gurun pasir untuk mencari bantuan darurat.

Keduanya berhasil menempuh jarak lebih dari 50 kilometer hingga menemukan sumber air. Mereka kemudian melanjutkan perjalanan menuju kota perbatasan Assamaka dan melaporkan kondisi rombongan kepada aparat keamanan setempat.

"Tanpa air, Anda tidak akan bertahan hidup selama lebih dari tiga hari di tempat ini," ujar pemandu jalan asal Agadez, Cisse Mahamadou, dilansir dari The Guardian.

3. Proses evakuasi dan penemuan truk kedua

Setelah menerima laporan, tim penyelamat segera bergerak menuju lokasi truk pertama. Setibanya di sana, petugas menemukan 49 penumpang telah meninggal dunia di dalam dan di sekitar kendaraan.

Seluruh jenazah korban langsung dimakamkan di lokasi penemuan tersebut.

Dalam operasi pencarian yang sama, tim penyelamat juga mendeteksi keberadaan truk lain berisi 60 penumpang yang telah mogok selama tiga hari. Seluruh penumpang di kendaraan kedua ini berhasil diselamatkan setelah tim medis memberikan penanganan darurat dan pasokan air.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article