Jakarta, IDN Times – Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan memakai aset Iran yang dibekukan untuk menanggung seluruh kerusakan kapal, kargo, maupun aset lain yang berkaitan di kawasan Teluk.
Ancaman itu disampaikan Trump melalui unggahan di platform Truth Social.
“Mohon izinkan pernyataan ini mewakili, sampai pemberitahuan lebih lanjut, bahwa mulai saat ini dan seterusnya, segala kerusakan yang dilakukan terhadap Kapal, Kargo, atau apa pun yang terkait dengannya, akan dibayar dengan Uang Iran yang dimiliki dan dikendalikan oleh AS,” tulis Trump, dikutip Euro News.
Merespons ancaman tersebut, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menilai penggunaan aset negara lain untuk klaim pada masa mendatang yang tak berkaitan merupakan preseden yang sangat berbahaya. Dilansir Anadolu Agency, menurut Araghchi, apabila penyitaan aset menjadi kebiasaan sebuah pemerintah, maka tak akan ada lagi aset milik siapa pun yang aman, sementara kekacauan yang muncul setelahnya juga tak akan berlangsung indah maupun damai.
