Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Trump Berkelakar soal Ancaman Pemakzulan Ketiga Kalinya oleh Demokrat
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (Shealeah Craighead, Public domain, via Wikimedia Commons)
  • Donald Trump menanggapi santai kemungkinan pemakzulan ketiga jika Demokrat menguasai Kongres, menyebut dua pemakzulan sebelumnya bermotif politik dan berakhir dengan pembebasan Senat.
  • Menjelang pemilu paruh waktu 3 November 2026, Trump berkampanye di Alabama dan meminta pendukung memperlakukan pemilihan itu seolah namanya tercantum dalam surat suara.
  • Demokrat unggul rata-rata sembilan poin dalam jajak pendapat kongres nasional; di Alabama, Trump mendukung Tommy Tuberville untuk gubernur dan Rhett Marques di Distrik Kongres ke-2.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menanggapi dengan santai kemungkinan dirinya menghadapi pemakzulan untuk ketiga kalinya apabila Partai Demokrat berhasil menguasai Kongres. Pernyataan itu disampaikan Trump dalam wawancara di luar Gedung Putih pada Jumat (2/10/2026), sebelum dirinya berangkat menuju rapat umum di Alabama.

Trump bahkan melontarkan gurauan saat ditanya mengenai kemungkinan tersebut.

“Yah, saya tidak tahu, tapi saya mulai mahir dalam hal ini,” ujarnya, dikutip News 18.

Menurut Trump, dua proses pemakzulan yang pernah menimpanya merupakan upaya palsu dan didorong kepentingan politik. News18 melaporkan, Trump menyebut dirinya sebenarnya dapat melakukan langkah serupa terhadap mantan Presiden Joe Biden dan mantan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton, tetapi memilih tak mengambil tindakan itu karena menilainya kurang pantas.

1. Trump menghadapi persaingan kongres

ilustrasi pemungutan suara (pexels.com/Edmond Dantès)

Persaingan politik tersebut berlangsung menjelang pemilihan paruh waktu pada Selasa (3/11/2026) yang akan menentukan kendali Kongres sekaligus peta pemerintahan. Catatan sejarah menunjukkan Trump telah dua kali dimakzulkan saat menjalani masa jabatan pertamanya, yakni pada 2019 dan 2021, tetapi Senat membebaskannya dari tuduhan dalam kedua perkara tersebut.

Untuk memperkuat posisinya, Trump menggelar kampanye di Universitas South Alabama yang dikenal sebagai basis kuat Partai Republik. Associated Press (AP) melaporkan, ia meminta pendukungnya memperlakukan pemilihan paruh waktu tersebut seolah-olah namanya sendiri tercantum dalam surat suara.

2. Demokrat mengungguli republik dalam jajak pendapat

ilustrasi Amerika Serikat (pexels.com/Breet Sayles)

Kegiatan politik Trump berlangsung di tengah ancaman kekalahan elektoral yang dihadapi Partai Republik. CNN melaporkan, kepala analis data Harry Enten menyebut Demokrat kini unggul rata-rata sembilan poin atas Republik dalam jajak pendapat kongres nasional, naik dari selisih tiga poin pada tahun lalu dan menjadi jarak terbesar sejak 2008.

Enten juga memperingatkan dampak perubahan angka tersebut terhadap internal Partai Republik.

“Sirene harus berbunyi di markas Komite Senator Nasional Partai Republik atau markas Komite Kongres mana pun karena ini adalah angka-angka yang seharusnya membuat Partai Demokrat sangat bersemangat dan seharusnya menimbulkan ketakutan nyata bagi Partai Republik di seluruh negeri,” katanya, dikutip Mediate.

3. Trump mendukung dua kandidat Alabama

Pada 19 Maret 2016, Donald Trump mengadakan rapat umum di Fountain Park, Fountain Hills, Arizona. (Gage Skidmore, CC BY-SA 3.0, via Wikimedia Commons)

Dalam kampanye di Alabama, Trump secara terbuka menyatakan dukungannya kepada dua kandidat lokal. Ia mendukung Senator Tommy Tuberville dalam pemilihan gubernur Alabama serta Rhett Marques yang mencalonkan diri untuk Distrik Kongres ke-2 hasil penataan ulang.

Kampanye tersebut juga mengingatkan Trump pada perjalanan politiknya di wilayah itu. Ia menyebut Mobile sebagai tempat rapat umum besar pertamanya yang berlangsung lebih dari satu dekade lalu, tepat sebelum pemilihan pendahuluan presiden Partai Republik dimulai pada 2016.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article