CNN Dicopot Lagi dari Tugas Peliputan Perjalanan Trump

- Gedung Putih kembali mencopot CNN dari rotasi peliputan perjalanan Donald Trump ke Texas dan Oklahoma, menjadi kali kedua dalam sepekan serta memengaruhi ketersediaan rekaman untuk media lain.
- CNN awalnya dijadwalkan meliput bersama Real America’s Voice, tetapi namanya dihapus mendadak. Gedung Putih menilai sikap jaringan televisi terhadap keterbukaan Trump tidak jujur.
- Pengacara CNN, MS NOW, dan Politico meminta perpanjangan putusan hakim selama 14 hari. Permohonan ini didukung organisasi pers yang menilai pembatasan melanggar kebebasan pers.
Jakarta, IDN Times – Gedung Putih kembali mencopot CNN dari tugas sebagai peliput televisi utama yang mendampingi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam kunjungan kerja ke Texas dan Oklahoma pada Kamis (1/10/2026). Keputusan tersebut menjadi pencopotan kedua terhadap jaringan televisi itu dalam sepekan.
Keputusan tersebut menjadi pencopotan kedua terhadap jaringan televisi itu dalam sepekan. Dampaknya terasa pada ketersediaan rekaman gambar bersama karena kelompok peliput pers Gedung Putih bertugas membagikan hasil liputan harian kepada media lainnya.
1. Gedung Putih menghapus CNN dari jadwal rotasi peliputan

ilustrasi liputan media (pexels.com/Boris Hamer) CNN sebelumnya tercantum dalam dokumen rotasi per Minggu (27/9/2026) untuk mengikuti perjalanan Kamis (1/10/2026) bersama Real America’s Voice sebagai pendamping. Namun, nama CNN tiba-tiba tak lagi tercantum pada Rabu (30/9/2026) malam sehingga hanya Real America’s Voice yang tersisa, sementara rekaman gambarnya belum ditayangkan jaringan-jaringan televisi besar. Dilansir NBC News, Trump dijadwalkan mengunjungi pabrik truk di Denton, Texas, dan menyampaikan pidato di Durant, Oklahoma.
Perselisihan tersebut bermula dari pembatasan pada 18 September 2026 yang turut menyasar MS NOW dan Politico. Hakim distrik sempat membatalkan larangan itu, tetapi pembatasan tetap diterapkan dalam perjalanan Trump ke Tennessee pada Sabtu (26/9/2026) karena perintah pengadilan hanya berlaku di kawasan Gedung Putih. Fox News, ABC News, CBS News, dan NBC News sempat menunjukkan solidaritas dengan memilih tak mengisi posisi CNN setelah sebelumnya menghentikan partisipasi dan kembali bertugas pada Jumat (25/9/2026).
2. Gedung Putih menilai jaringan televisi tak jujur

Gedung Putih (pexels.com/Chris) Seorang pejabat Gedung Putih menilai jaringan televisi bersikap performatif dan tak jujur dalam memandang keterbukaan Trump. Pejabat tersebut menyampaikan penilaian itu terkait sikap jaringan televisi terhadap akses peliputan Presiden AS.
Sementara itu, Juru Bicara CNN Emily Kuhn membenarkan pencopotan tersebut tanpa memberikan komentar tambahan. Kuhn mengarahkan publik kepada pernyataan tim hukum mengenai dugaan pelanggaran kebebasan pers.
3. Pengacara CNN meminta perpanjangan putusan hakim

ilustrasi hukum (pexels.com/Sora Shimazaki) Pengacara Theodore J Boutrous yang mewakili CNN, MS NOW, dan Politico meminta perpanjangan 14 hari atas putusan hakim untuk menentukan perintah sela selama proses gugatan yang berlangsung sejak 21 September 2026. Permohonan hukum tersebut didukung Asosiasi Koresponden Gedung Putih (WHCA), Komite Pelapor untuk Kebebasan Pers (RCFP), serta 49 organisasi media termasuk NBCUniversal Media.
“Seperti yang kami jelaskan dalam brief terbaru kami, Gedung Putih terus menerapkan larangan Presiden yang tidak konstitusional terhadap kebebasan pers secara tidak terduga dan tidak konsisten dengan melarang CNN memenuhi perannya sebagai pooler jaringan televisi yang ditunjuk – yang merugikan CNN, sesama anggota pool, dan, pada akhirnya, publik Amerika,” kata Boutrous, dikutip The Guardian.


![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)





















