Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Trump: Korsel Investasi Rp3,5 Kuadriliun untuk Proyek Energi di AS

3 min read
Trump: Korsel Investasi Rp3,5 Kuadriliun untuk Proyek Energi di AS
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (x.com/WhiteHouse)
  • Trump menyatakan Korsel akan menginvestasikan sekitar 200 miliar dolar AS pada infrastruktur energi AS, termasuk PLTG, delapan PLTN, dan jalur pipa LNG Alaska.

  • Komitmen ini menjadi tahap awal dari janji investasi Seoul senilai 350 miliar dolar AS, terkait kesepakatan penurunan tarif tambahan impor Korsel menjadi 15 persen.

  • Pemerintah Korsel menegaskan investasi pipa Alaska belum final karena masih menilai kelayakan komersial dan prosedur hukum; proyek PLTG Texas serta reaktor nuklir telah diumumkan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengatakan Korea Selatan (Korsel) telah setuju untuk berinvestasi sekitar 200 miliar dolar AS (sekitar Rp3,5 kuadriliun) dalam proyek infrastruktur energi di AS, termasuk jalur pipa gas alam cair (LNG) di Alaska.

"Pemerintah Korsel telah memutuskan untuk berinvestasi dalam pembangunan pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) dan 8 pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di AS, serta jalur pipa Alaska," ujar Trump pada 30 September 2026 di Gedung Putih, dikutip dari NHK News pada Kamis (1/10/2026).

Pengumuman ini adalah yang terbaru dalam serangkaian kesepakatan ekonomi dan investasi yang disorot Trump menjelang pemilihan paruh waktu November mendatang. Langkah tersebut dilakukan ketika Trump berupaya memperkuat rekam jejak ekonominya di tengah kekhawatiran pemilih mengenai perang di Iran dan tingginya harga bensin.

  1. 1. Bagian pertama dari komitmen investasi Korsel di AS

    Ilustrasi industri gas alam cair (LNG). (pexels.com/Diego F. Parra)
    Ilustrasi industri gas alam cair (LNG). (pexels.com/Diego F. Parra)

    Pengumuman tersebut merupakan putaran pertama dari total investasi senilai 350 miliar dolar AS (Rp6,2 kuadriliun) yang dijanjikan Seoul di AS. Komitmen tersebut merupakan bagian dari kesepakatan yang dicapai tahun lalu, guna mendorong Washington menurunkan tarif tambahan atas impor dari Korsel menjadi 15 persen.

    Saat mengumumkan proyek-proyek investasi tersebut, Trump didampingi oleh seorang Senator Republik dari Alaska. Trump menekankan bahwa investasi jalur pipa tersebut merupakan kemenangan besar bagi rakyat Alaska.

    Trump telah berulang kali mempromosikan proyek tersebut sebagai cara untuk memperluas ekspor energi. Serta, memperkuat hubungan dengan sekutu termasuk Korsel dan Jepang. Namun, proyek ini telah menghadapi ketidakpastian selama bertahun-tahun terkait biaya, pembiayaan, dan kelayakan komersialnya.

  2. 2. Korsel tegaskan proyek pipa Alaska masih dikaji, belum ada keputusan final

    Ilustrasi bendera Korea Selatan. (unsplash.com/Daniel Bernard)
    Ilustrasi bendera Korea Selatan. (unsplash.com/Daniel Bernard)

    Sementara itu, media Korsel menyoroti beberapa perbedaan pemahaman antara kedua pihak terkait proyek-proyek tersebut. Pemerintah Korsel mengatakan sedang mempertimbangkan proyek pipa gas Alaska, dan keputusan akhir belum dibuat.

    Bagi Seoul, proyek pipa gas tersebut hanya akan dilanjutkan jika kondisi komersial dan hukum tertentu terpenuhi. Korsel mengonfirmasi hal lain dari pengumuman Trump, dengan mengatakan akan menginvestasikan 22,3 miliar dolar AS (Rp398,9 triliun) dalam proyek PLTG di Texas untuk memasok daya ke pusat data kecerdasan buatan (AI). Pihaknya juga akan mengucurkan 120 miliar dolar AS (Rp2,1 kuadriliun) untuk membangun 8 reaktor nuklir.

    "Korsel akan mulai meninjau proyek Alaska LNG untuk menilai kelayakan komersial dan kepatuhannya terhadap prosedur hukum. Belum ada keputusan yang dibuat mengenai apakah akan berinvestasi atau mengenai besarnya investasi," demikian pernyataan Kementerian Perindustrian Korsel, dilansir The Straits Times.

    Pekan lalu, kementerian tersebut menyatakan bahwa PLTG tersebut adalah proyek pertama yang dipilih dalam program investasi strategis senilai 200 miliar dolar AS. Fasilitas tersebut berkapasitas lebih dari 6 gigawatt di Encinal, Texas.

    Sementara itu, Presiden Korsel Lee Jae Myung mengatakan dalam sebuah unggahan di X bahwa kelayakan komersial proyek LNG dan reaktor nuklir harus dipastikan sebelum dilanjutkan.

  3. 3. Dua mega proyek AS-Korsel: Pipa gas Alaska hingga 8 reaktor nuklir

    Ilustrasi pembangkit listrik tenaga nuklir. (unsplash.com/Nicolas HIPPERT)
    Ilustrasi pembangkit listrik tenaga nuklir. (unsplash.com/Nicolas HIPPERT)

    Menurut Gedung Putih, jika akhirnya terealisasi, proyek LNG akan mencakup jalur pipa sepanjang 807 mil yang mengangkut gas alam dari North Slope ke fasilitas pencairan di pantai selatan Alaska. Dari fasilitas tersebut, gas alam akan diubah menjadi LNG sehingga dapat dikirim melalui kapal tanker ke berbagai pasar di Asia. Proyek ini dirancang untuk mengangkut sekitar 3,9 miliar kaki kubik gas alam per hari dan menghasilkan hingga 20 juta metrik ton LNG setiap tahunnya.

    Selain memperluas kapasitas ekspor energi, kerja sama Washington-Seoul juga mencakup sejumlah rencana di sektor ketenagalistrikan dan energi. AS berupaya memperluas kapasitas PLTN seiring meningkatnya permintaan listrik, termasuk dari pusat data dan manufaktur. Korsel telah membahas potensi investasi dalam proyek-proyek nuklir AS sebagai bagian dari paket yang lebih luas. Sementara, proyek PLTG di Texas diharapkan dapat memasok listrik ke fasilitas-fasilitas yang membutuhkan banyak energi, termasuk pabrik semikonduktor dan pusat data.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More