Trump Ancam Balas Iran jika Terbukti Dalangi Insiden Flydubai

- Trump mengancam membalas Iran jika terbukti mendalangi insiden Flydubai FZ1073, sementara AS meningkatkan kehadiran militer di Timur Tengah.
- Israel menyebut kopilot Oman sebagai penyerang tunggal yang diduga teradikalisasi, namun penyelidikan bersama Israel dan UEA masih menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain.
- Kopilot diduga menikam kapten dan mencoba merebut kendali pesawat, tetapi dilumpuhkan penumpang; pesawat mendarat darurat di Tabuk sebelum pelaku diserahkan kepada otoritas UEA.
Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan akan membalas Iran jika terbukti mendalangi insiden di pesawat Flydubai rute Dubai-Tel Aviv. Pesawat dengan nomor penerbangan FZ1073 itu terpaksa mendarat darurat di Arab Saudi usai kopilot berupaya menjatuhkannya.
Sebagian besar dari 180 penumpang pesawat merupakan warga Israel yang sedang dalam perjalanan pulang. Saat ini, aparat Israel dan Uni Emirat Arab (UEA) sedang menggelar penyelidikan bersama untuk mengungkap motif pelaku.
1. Trump menduga pelaku terkait dengan Iran

Ilustrasi bendera Iran. (unsplash.com/sina drakhshani) Trump berbicara kepada wartawan di Gedung Putih sebelum bertolak ke Texas pada Kamis (1/10/2026). Saat ditanya mengenai dugaan keterlibatan Iran dalam insiden Flydubai, ia menyebut pihak berwenang AS sedang mendalami temuan awal yang mengarah ke sana.
"Oh, mereka (Iran) akan dihantam sangat keras, jangan khawatir,” kata Trump, dilansir The Straits Times.
Pernyataan Trump ini muncul di tengah langkah AS meningkatkan kehadiran militer di Timur Tengah. Militer AS dilaporkan akan mengirim rudal Patriot dan kapal induk tambahan, USS Theodore Roosevelt, beserta gugus tempurnya ke kawasan tersebut.
2. Israel sebut kopilot beraksi sebagai penyerang tunggal

PM Israel Benjamin Netanyahu (U.S. Department of State from United States, Public domain, via Wikimedia Commons) Berbeda dengan Trump, Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu memilih bersikap lebih berhati-hati. Netanyahu menegaskan masih terlalu dini untuk menyimpulkan keterlibatan langsung Teheran dalam serangan tersebut.
"Kopilot bertindak sebagai penyerang tunggal dan bukan atas nama pihak lain, meski penyelidikan masih berlangsung," ujar seorang pejabat Israel, dilansir The Jerusalem Post.
Netanyahu menyebut kopilot berkebangsaan Oman itu terindikasi mengalami radikalisasi sebelum melancarkan aksinya. Pemerintah Israel kini mengevaluasi aturan penerbangan menyusul lolosnya pilot asal Oman ke wilayah udara mereka, sembari menyiapkan penerbangan evakuasi bagi warganya yang tertahan di UEA.
3. Arab Saudi serahkan pelaku ke otoritas UEA

bendera Uni Emirat Arab (unsplash.com/Saj Shafique) Peristiwa bermula ketika kopilot diduga mendadak menikam Kapten Smit Machchhar saat pesawat mendekati wilayah udara Yordania. Pesawat komersial tersebut sempat menukik tajam ribuan meter dalam waktu kurang dari satu menit akibat perebutan kendali di ruang kemudi.
Kapten penerbangan yang terluka berhasil membuka pintu kokpit agar para penumpang bisa memberi pertolongan. Sejumlah penumpang bergegas melumpuhkan pelaku, sebelum kru cadangan mengambil alih kemudi dan mendaratkan pesawat di Bandara Tabuk, Arab Saudi.
Pemerintah Arab Saudi kini telah menyerahkan pelaku kepada tim pengamanan UEA untuk diperiksa lebih lanjut. Jaksa Agung UEA Hamad Saif Al Shamsi menyatakan tim penyidik fokus menelusuri unsur terorisme dan membongkar ada tidaknya keterlibatan pihak luar.


![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)






















