Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Trump Berubah Pikiran, Tak Jadi Luncurkan Serangan Baru ke Iran
potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (flickr.com/Gage Skidmore via commons.wikimedia.org/Gage Skidmore)
  • Donald Trump membatalkan rencana serangan baru AS ke Iran pada 25 Oktober 2026, tetapi militer AS tetap mengawasi Selat Hormuz untuk mengantisipasi serangan Iran.
  • Sebelumnya, Trump sempat membuka kemungkinan operasi Epic Fury kembali setelah serangan AS ke Teheran pada 28 Februari, serta menyatakan keputusan serangan lanjutan akan ditentukan kemudian.
  • Pejabat AS meyakini serangan signifikan ke Iran masih mungkin terjadi, sementara Israel dilaporkan berdiskusi dengan Trump dan Netanyahu memperingatkan musuh akan serangan lebih besar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengurungkan niatnya untuk meluncurkan serangan baru ke Iran pada Minggu (25/10/2026) kemarin. Meski demikian, Trump mengatakan pasukan militer AS akan tetap mengontrol Selat Hormuz untuk berjaga-jaga jika Iran melakukan serangan di sana. 

“Apakah saya akan mengatakan itu? Jawabannya adalah tidak. Tidak akan ada serangan hari ini,” jelas Trump kepada sejumlah wartawan soal rencana serangan ke Iran. Namun, Trump menambahkan bahwa serangan baru ke Iran mungkin akan terjadi pada kemudian hari.

1. Trump sempat berencana menyerang Iran

potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (flickr.com/Darron Birgenheier via commons.wikimedia.org/Darron Birgenheier)

Sebetulnya, Trump sempat berencana menyerang Iran. Sebab, pekan lalu, ia mengatakan kepada awak media bahwa pasukan AS kemungkinan akan kembali melakukan operasi Epic Furry untuk menyerang Iran. Operasi militer ini sebelumnya sudah pernah dilakukan Washington untuk menggempur Teheran pada 28 Februari lalu. 

“Kita mungkin akan melakukan Epic Fury kecil lagi,” kata Trump dalam pidatonya di sebuah rapat umum di Florida pada Jumat (23/10/2026), seperti dilansir France24.

Dalam pernyataan terbarunya pada Minggu, Trump lantas mengatakan akan segera memutuskan apakah akan melakukan serangan ke Iran atau tidak. Namun, Trump akhirnya memutuskan untuk tidak meluncurkan serangan tersebut.

2. Pejabat AS yakin Trump akan meluncurkan serangan ke Iran

ilustrasi serangan (unsplash.com/Emanuel Kypreos)

Meski sudah dibatalkan, seorang pejabat AS anonim justru cukup yakin Trump akan segera meluncurkan serangan baru ke Iran. Ia mengatakan, serangan tersebut sudah pasti dilakukan dan hanya tinggal menunggu waktu saja. Inilah yang masih menjadi pertanyaan hingga saat ini. Sebab, Trump tidak pernah membeberkan waktu pasti kapan Washington akan menyerang Teheran. 

“Tampaknya Trump telah memutuskan ingin melancarkan serangan signifikan terhadap Iran. Satu-satunya pertanyaan adalah kapan akan melakukannya,” kata pejabat tersebut dalam keterangannya kepada Jerusalem Post.

Sejumlah pejabat AS lainnya juga mengatakan hal serupa. Mereka mengatakan eskalasi perang antara Negeri Paman Sam dan Iran akan terjadi dalam waktu dekat ini.

3. Israel juga berencana untuk menyerang Iran

potret Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu (flickr.com/The White House via commons.wikimedia.org/The White House)

Di sisi lain, Israel juga berencana untuk menyerang Iran. Sebab, sebelumnya, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu dikabarkan sudah berdiskusi dengan Trump soal rencana ini. Bahkan, Netanyahulah yang disebut sengaja mendorong Trump agar AS meluncurkan serangan baru ke Iran.

"IDF siap dalam pertahanan dan serangan. Saya memperingatkan musuh kita. Anda akan menerima serangan yang jauh lebih besar dan lebih kuat dari yang dapat Anda bayangkan," kata Netanyahu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article