Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, pada Minggu (1/11/2026), mengatakan bahwa pemerintah komunis Kuba tidak akan berlangsung lama. Menurutnya, perubahan pemerintahan akan terjadi di negara Karibia itu dalam 2,5 tahun ke depan atau kurang dari itu.
Selama lebih 10 bulan terakhir, AS terlibat ketegangan dengan Kuba. Memanasnya hubungan kedua negara disebabkan pemblokiran pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan rentetan sanksi ke Kuba usai penangkapan eks Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.