Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Trump Sebut Spanyol Negara yang Rusak usai Insiden di Ceuta
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (Gage Skidmore from Peoria, AZ, United States of America, CC BY-SA 2.0 , via Wikimedia Commons)
  • Donald Trump menyebut Spanyol sebagai negara yang rusak setelah ribuan imigran Maroko memasuki Ceuta pada akhir Juli, serta menggambarkan situasinya sangat buruk dan menyedihkan.
  • Trump juga mengkritik Spanyol karena dinilai tidak memenuhi komitmen NATO, terutama terkait peningkatan anggaran pertahanan, di tengah hubungan AS-Spanyol yang telah merenggang.
  • Ia membandingkan krisis Ceuta dengan masalah migrasi AS pada era Joe Biden, serta menyatakan pemerintahannya berwenang mengusir pendatang ilegal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump menyebut Spantol sebagai negara yang rusak pada Kamis (3/9/2026). Pernyataan itu disampaikan menyusul masuknya ribuan imigran Maroko ke Ceuta pada akhir Juli.  

Hubungan AS dan Spanyol merenggang dalam lebih dari setahun terakhir. Terutama setelah Spanyol menolak memberikan izin penggunaan pangkalan militernya untuk digunakan AS dalam perang di Iran. 

1. Trump sebut situasi di Ceuta sangat buruk

ilustrasi bendera Spanyol (pexels.com/carloscruz-artegrafia)

Trump menyebut bahwa situasi di Ceuta, Spanyol benar-benar buruk. Ia menekankan bahwa apa yang terjadi di Ceuta sebagai sebuah insiden menyedihkan. 

“Spanyol adalah negara yang rusak. Saya punya masalah dengan Spanyol karena tidak bersikap baik untuk menghormati NATO dan tidak mau membayar apa yang seharusnya,” tuturnya, dikutip dari EFE.

Presiden AS itu menyebut Spanyol tidak mau mengikuti negara di Aliansi Atlantik. Sebab, negara-negara anggota NATO lainnya bersedia meningkatkan anggaran pertahanannya. 

2. Sebut tidak pernah melihat insiden seperti di Ceuta

Gedung Pemerintahan Ceuta, Spanyol. (Diego Delso, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)

Trump mengungkapkan bahwa AS tidak pernah melihat insiden krisis migrasi seperti di Ceuta. Ia pun membandingkan antara masalah migrasi yang dihadapi Spanyol di Ceuta dan apa yang dialami Inggris. 

“Apa yang terjadi di Ceuta menyedihkan. Sama seperti di Inggris yang punya masalahnya sendiri. Namun, setidaknya Inggris tidak mengalami insiden masuknya ribuan orang ke negaranya seperti di Spanyol. Saya tidak pernah melihat insiden seperti itu,” tuturnya, dikutip dari Democrata.

3. Trump sebut AS hadapi masalah migrasi saat dipimpin Biden

suasana di perbatasan AS dan Meksiko (unsplash.com/nhuenerfuerst)

Pada pertengahan Agustus, Trump mengatakan bahwa AS sudah menghadapi masalah yang sama seperti di Ceuta saat dipimpin eks Presiden AS, Joe Biden. Menurutnya, situasi di Ceuta sudah dihadapi setiap hari di AS pada masa pemerintahan Biden. 

Presiden sayap kanan AS itu menekankan bahwa kebijakan pembukaan imigrasi berdampak pada masuknya ribuan kriminal ke negaranya. Menurutnya, pemerintahannya saat ini punya kekuasaan untuk mengusir orang yang datang secara ilegal ke AS. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article