Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Warga Spanyol Protes Buruknya Penanganan Krisis Migrasi Ceuta

Warga Spanyol Protes Buruknya Penanganan Krisis Migrasi Ceuta
suasana demonstrasi di Spanyol (unsplash.com/b1b1)
  • Ribuan warga berdemonstrasi di berbagai kota Spanyol pada 2 September 2026, memprotes penanganan krisis migrasi Ceuta setelah sekitar 72 ribu imigran Maroko masuk pada akhir Juli.
  • Di Madrid, sekitar 50 ribu orang mengikuti aksi yang juga dihadiri tokoh oposisi Alberto Nunez Feijoo dan Santiago Abascal; Feijoo menuduh pemerintah mengabaikan keterlibatan Maroko.
  • Raja Felipe VI menegaskan dukungan bagi Ceuta dan Melilla sebagai bagian Spanyol serta UE, sementara pemerintah menyetujui bantuan 306 juta euro untuk memperkuat perbatasan Ceuta.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Ribuan warga Spanyol di berbagai kota turun ke jalan pada Rabu (2/9/2026) untuk mendukung demonstrasi di Ceuta. Mobilisasi massa ini sebagai bentuk protes atas buruknya penanganan krisis migrasi di Ceuta pada akhir Juli. 

Sebelumnya, Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez menuding Rusia dan Israel dalang di balik krisis migrasi di Ceuta. Menurutnya, kedua negara itu menyebarkan kabar bohong yang berimbas masuknya sekitar 72 ribu imigran Maroko ke Ceuta. 

  1. 1. Pemimpin oposisi Spanyol ikut demo di Madrid

    ilustrasi bendera Spanyol
    ilustrasi bendera Spanyol (unsplash.com/harlynkingm)

    Demonstrasi yang diikuti oleh ribuan warga Spanyol ini digelar di sejumlah kota, seperti Madrid, Zaragoza, Palma, Valencia, Sevilla, Santander, Murcia, Caceres, dan lainnya. Demo ini bersamaan dengan aksi long march warga Ceuta dalam perayaan Hari Ceuta. 

    Dilansir EFE, sebanyak 50 ribu orang berpartisipasi dalam demonstrasi di Madrid yang dinisiasi oleh Federasi Kota dan Provinsi Spanyol (FEMP). Pemimpin oposisi dari PP, Alberto Nunez Feijoo dan pemimpin Partai Vox, Santiago Abascal juga ikut dalam aksi tersebut. 

    Dalam kesempatan itu, Feijoo menuding pemerintah saat ini cenderung dekat dengan Maroko dibanding Spanyol keseluruhan. Menurutnya, pemerintah justru mengabaikan keterlibatan Maroko dalam krisis migrasi di Ceuta. 

  2. 2. Raja Spanyol dukung persatuan Ceuta dan Melilla dengan Spanyol

    Bendera Spanyol
    ilustrasi bendera Spanyol (pexels.com/@pixabay)

    Pada saat yang sama, Raja Spanyol Felipe VI menghubungi langsung Presiden Ceuta, Juan Jesus Vivas untuk mengucapkan selamat dalam perayaan Hari Ceuta. Ia menekankan, Spanyol akan terus mendukung wilayah otonom di pesisir Afrika itu. 

    Dilansir Democrata, Kerajaan Spanyol juga sudah memberikan pesan persatuan dan koeksistensi pada Hari Ceuta. Dengan ini, Kerajaan Spanyol ingin menekankan soal persatuan Ceuta dan Melilla sebagai bagian dari Spanyol dan Uni Eropa (UE). 

  3. 3. Spanyol akan berikan bantuan tambahan senilai Rp6,2 triliun ke Ceuta

    Gedung Pemerintahan Ceuta, Spanyol.
    Gedung Pemerintahan Ceuta, Spanyol. (Diego Delso, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)

    Pekan ini, Spanyol akhirnya menyetujui bantuan tambahan senilai 306 juta euro (Rp6,2 triliun) ke Ceuta. Bantuan tambahan nantinya akan digunakan untuk memperkuat seluruh perbatasan di Ceuta yang kewalahan menghadapi masuknya ribuan imigran asal Maroko. 

    Dilansir Africa News, Menteri Ekonomi Spanyol, Carlos Cuerpo mengaku khawatir dan melihat langsung bagaimana situasi di Ceuta. Ia mengharapkan bantuan ini akan mampu mengembalikan stabilitas, ketertiban, dan kepercayaan publik sesegera mungkin. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More