Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

4 Tempat di Dunia yang Namanya Diubah oleh Trump, Apa Saja?

4 Tempat di Dunia yang Namanya Diubah oleh Trump, Apa Saja?
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sedang menari di acara kampanye pemilihan presiden di Glendale, Arizona, pada 23 Agustus 2024. (flickr.com/Gage Skidmore via commons.wikimedia.org/Gage Skidmore)
  • Pada Januari 2025, Trump memerintahkan penggantian nama Teluk Meksiko menjadi Teluk Amerika, kebijakan yang memicu kecaman karena nama lama telah digunakan luas.
  • Trump juga mengubah Gunung Denali di Alaska kembali menjadi Gunung McKinley, membalik keputusan 2015 yang memakai nama Koyukon bermakna “Yang tinggi”.
  • Pada 2026, Trump mengganti Danau Ontario menjadi Danau Amerika dan mengusulkan Selat Hormuz menjadi Selat Trump, meski mendapat penolakan dari berbagai pihak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, punya cara unik untuk menunjukkan hegemoninya di mata dunia. Selain membuat dirinya menjadi juru perdamaian global, Trump juga berupaya mewujudkan ambisinya itu dengan mengubah nama sejumlah tempat memakai nama AS atau nama dirinya sendiri. 

Jika menilik sejarah, sejauh ini, ada empat tempat di dunia yang namanya sudah diganti dan akan diganti oleh Trump. Lantas, apa saja daftarnya? Berikut ulasannya. Jangan lupa baca sampai habis dan share ke masyarakat luas agar bisa jadi wawasan menarik!

  1. 1. Trump mengubah nama Teluk Meksiko jadi Teluk Amerika pada 2025

    Teluk Meksiko.
    potret Teluk Meksiko (commons.wikimedia.org/NOAA National Centers for Environmental Information)

    Saat resmi menjabat lagi sebagai Presiden AS pada Januari 2025, Trump langsung mengeluarkan perintah eksekutif untuk mengubah nama Teluk Meksiko menjadi Teluk Amerika. Trump menilai, Teluk Meksiko lebih cocok dinamai Teluk Amerika karena wilayah tersebut merupakan warisan budaya dan identitas asli AS. Selain itu, letaknya juga lebih dekat dengan wilayah AS ketimbang wilayah Meksiko. 

    Kala itu, kebijakan penamaan ulang Teluk Meksiko tersebut menuai banyak kecaman. Sebab, nama Teluk Meksiko sudah digunakan sejak lama dan sudah menjadi kesepakatan umum. Oleh karena itu, penamaan ulang Teluk Meksiko menjadi Teluk Amerika tidak bisa dilakukan secara tiba-tiba. Apalagi, hanya berdasarkan keputusan satu negara saja.

  2. 2. Trump mengubah nama Gunung Denali di Alaska jadi Gunung McKinley

    Gunung Denali, Alaska.
    potret Gunung Denali, Alaska (flickr.com/Christoph Strassler via commons.wikimedia.org/Christoph Strassler)

    Masih pada Januari 2025, Trump juga mengeluarkan perintah eksekutif untuk mengubah nama Gunung Denali di Alaska menjadi Gunung McKinley. Sebab, nama tersebut sebelumnya memang digunakan untuk menamai Gunung Denali. 

    Sebagai informasi, Gunung Denali merupakan gunung terbesar di Amerika Utara. Pada 2015, eks Presiden AS, Barack Obama, memutuskan untuk mengubah nama gunung tersebut menjadi Gunung Denali. Sebab, Obama ingin nama gunung tersebut menggunakan bahasa asli penduduk Alaska, yakni bahasa Koyukon. Dalam bahasa Koyukon, Denali memiliki arti “Yang tinggi”.

  3. 3. Trump mengubah nama Danau Ontario jadi Danau Amerika pada Agustus lalu

    Danau Ontario.
    potret Danau Ontario (truthsocial.com/@realDonaldTrump)

    Pada 27 Agustus 2026 lalu, Trump menandatangani perintah eksekutif untuk mengubah nama Danau Ontario di Kanada menjadi Danau Amerika. Perintah itu ditandatangani setelah sebelumnya Trump mengutarakan rencana perubahan Danau Ontario kepada publik lewat sebuah unggahan di laman Truth Social. Dilansir Anadolu Agency, nama Danau Ontario saat ini juga sudah muncul di aplikasi peta yang ada di perangkat mobile Apple. 

    Pengubahan nama Danau Ontario menjadi Danau Amerika ini lantas menuai kecaman dari Perdana Menteri Kanada, Mark Carney. Dalam pernyataannya, Carney mengatakan bahwa berdasarkan sejarah, danau tersebut sudah bernama Danau Ontario. Nama itu sudah dipakai sejak dahulu kala sehingga tidak bisa diubah lagi. Apalagi, sekitar 53 persen wilayah Danau Ontario merupakan bagian Kanada, sedangkan sisanya jadi bagian AS. “Nama Danau Ontario berasal dari kata Wendat Ontari'io yang berarti ‘Danau itu indah, danau itu besar’,” tulis Carney di media sosial X, seperti dikutip The Hill

  4. 4. Trump mengusulkan nama Selat Hormuz diubah jadi Selat Trump

    Selat Hormuz.
    potret Selat Hormuz (commons.wikimedia.org/European Space Agency)

    Seakan belum puas, Trump pada Rabu (2/9/2026) kemarin kembali berniat untuk mengubah nama tempat lain yang ada di dunia. Kali ini, ia berencana mengubah nama Selat Hormuz menjadi Selat Trump. Rencana ini muncul di tengah konflik antara AS dan Iran yang kembali memanas. Sebab, pada Minggu (30/8/2026) pekan lalu, Washington dan Teheran kembali terlibat bentrokan. 

    “Sekarang, setelah kita menguasainya (Selat Hormuz) di bawah kendali AS, haruskah kita mengganti nama Selat Hormuz menjadi Selat Trump? Seperti Amerika sendiri, situasinya akan lebih panas dari sebelumnya! Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini,” ujar Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social dikutip CNBC.

    Upaya Trump untuk mengubah nama-nama tempat di dunia ini sebetulnya sudah menuai kecaman banyak pihak. Namun, Trump tidak pernah menggubris kecaman tersebut. Seakan tidak mau kalah, ia tetap "ngotot" mengubah nama-nama tempat hanya berdasarkan keputusan pribadi saja.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More