Aliansi Pertahanan Makkah dibentuk sebagai respons terhadap meningkatnya konflik di kawasan Timur Tengah yang dipicu perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.
Pakta pertahanan tersebut ditandatangani oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif di Makkah pada 7 Agustus 2026. Kesepakatan itu ditandatangani sebelum Houthi melancarkan ofensif di Yaman yang kemudian mencakup serangan terhadap sejumlah target di Arab Saudi.
Ketiga negara memiliki kekuatan militer yang cukup besar. Berdasarkan Global Firepower Index 2026, Turki, Pakistan, dan Arab Saudi secara keseluruhan memiliki hampir 1,4 juta personel militer aktif, sekitar 3.400 pesawat militer, 6 ribu tank, dan lebih dari 340 aset angkatan laut.
Pada awalnya, pakta tersebut belum menjelaskan secara rinci kewajiban militer masing-masing negara. Namun, langkah untuk membentuk struktur aliansi terus dilakukan.
Setelah Houthi meluncurkan rentetan rudal ke arah Arab Saudi pada awal September, Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif mengatakan serangan terhadap kerajaan tersebut dapat memicu berlakunya pakta.
“Jika terjadi agresi tanpa provokasi, atau meluasnya apa pun yang terjadi di Yaman ke Arab Saudi, maka tentu saja kesepakatan Mekkah akan mulai berlaku,” kata Asif kepada Geo News.
Hingga Senin, aliansi tersebut belum mengambil tindakan. Sejumlah analis sebelumnya menilai Pakistan dan Turki masih berhati-hati karena kedua negara berupaya mempertahankan peran sebagai mediator dalam perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.
Namun, Abdulaziz Alghashian, peneliti senior nonresiden di Gulf International Forum, menilai serangan Houthi telah mempercepat pembentukan mekanisme aliansi tersebut.
“Serangan dan provokasi Houthi dalam beberapa pekan dan bulan terakhir benar-benar mempercepat Aliansi Makkah bahkan menginspirasinya,” kata Alghashian.
Menurut dia, perkembangan tersebut juga menunjukkan mulai terbentuknya arsitektur keamanan baru di kawasan.
“Sering kali kita berbicara tentang arsitektur keamanan regional, tetapi istilah itu terdengar sangat mewah. Sering kali konsep tersebut kosong dan tidak banyak orang yang tahu secara rinci apa maksudnya. Namun, sekarang kita mulai melihat bagaimana konsep itu diwujudkan. Ini merupakan titik penting dalam sejarah kawasan,” ucap dia.