Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Turki, Pakistan, Arab Saudi Aktifkan Pakta Pertahanan Makkah
ilustrasi suasana di Mekkah (pexels.com/Earth Photart)
  • Turki, Pakistan, dan Arab Saudi mengaktifkan langkah pencegahan kolektif dalam Aliansi Pertahanan Mekkah untuk menghadapi serangan Houthi.

  • Ketiga negara sepakat mempercepat pengerahan pasukan dan kemampuan militer ke Arab Saudi sesuai pengaturan serta hukum masing-masing.

  • Pengaktifan aliansi berlangsung saat pasukan pemerintah Yaman menyerang balik Houthi dan kelompok tersebut mengklaim menyerang sejumlah target di Arab Saudi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
7 Agustus 2026

Pakta Pertahanan Mekkah ditandatangani oleh pemimpin Turki, Arab Saudi, dan Pakistan di Mekkah.

awal September

Houthi meluncurkan rentetan rudal ke arah Arab Saudi. Menteri Pertahanan Pakistan mengatakan serangan terhadap kerajaan tersebut dapat memicu berlakunya pakta.

Senin (5/10/2026)

Para menteri pertahanan dan luar negeri Turki, Pakistan, dan Arab Saudi menggelar pertemuan darurat di Riyadh. Aliansi Pertahanan Mekkah diaktifkan untuk pertama kalinya.

Selasa (6/10/2026)

Menteri Pertahanan Arab Saudi Khalid bin Salman menyampaikan keputusan komite bersama mengenai pengaktifan langkah pencegahan kolektif.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Turki, Pakistan, dan Arab Saudi mengaktifkan langkah pencegahan kolektif berdasarkan Aliansi Pertahanan Mekkah untuk menghadapi serangan Houthi.
  • Who?
    Turki, Pakistan, Arab Saudi, kelompok Houthi, serta pasukan pemerintah Yaman yang mendapat dukungan Arab Saudi.
  • Where?
    Keputusan diumumkan dalam pertemuan darurat di Riyadh. Serangan yang menjadi latar berlangsung di wilayah Arab Saudi dan Yaman.
  • When?
    Keputusan diumumkan pada Senin (5/10/2026), setelah pakta ditandatangani pada 7 Agustus 2026.
  • Why?
    Untuk menghadapi serangan Houthi terhadap Arab Saudi dan merespons meningkatnya ketegangan di kawasan.
  • How?
    Ketiga negara menyediakan pasukan dan kemampuan militer yang telah disepakati serta mempercepat pengerahannya ke Arab Saudi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Turki, Pakistan, dan Arab Saudi bekerja sama karena ada serangan Houthi dari Yaman. Mereka sepakat memakai pakta pertahanan dan menyiapkan pasukan untuk Arab Saudi. Houthi juga mengaku menyerang beberapa tempat di sana. Pemerintah Arab Saudi belum mengonfirmasi semua pengakuan serangan itu. Aliansi ini baru pertama kali diaktifkan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kesepakatan Turki, Pakistan, dan Arab Saudi menunjukkan adanya koordinasi antarnegara dalam menghadapi ketegangan kawasan. Pakta ini juga menetapkan mekanisme pengerahan pasukan dan kemampuan militer berdasarkan pengaturan yang disepakati serta hukum masing-masing negara, sehingga kerja sama pertahanan memiliki kerangka yang lebih terstruktur.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Turki, Pakistan, dan Arab Saudi sepakat mengaktifkan langkah pencegahan kolektif berdasarkan pakta pertahanan bersama untuk menghadapi serangan kelompok Houthi dari Yaman. Ketiga negara juga sepakat mempercepat pengerahan pasukan ke Arab Saudi.

Keputusan tersebut diumumkan setelah para menteri pertahanan dan luar negeri ketiga negara menggelar pertemuan darurat di Riyadh pada Senin (5/10/2026). Ini menjadi kali pertama aliansi yang dikenal sebagai Aliansi Pertahanan Makkah diaktifkan sejak ditandatangani pada 7 Agustus 2026.

Pakta tersebut menetapkan bahwa serangan terhadap salah satu dari tiga negara akan diperlakukan sebagai serangan terhadap seluruh anggota. Ketentuan ini menyerupai prinsip pertahanan kolektif yang menjadi salah satu dasar pembentukan NATO.

Keputusan itu diambil ketika ketegangan di kawasan meningkat. Pasukan yang bersekutu dengan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional melancarkan serangan balasan terhadap Houthi, sementara kelompok tersebut mengklaim telah menyerang sejumlah target di Arab Saudi.

1. Turki dan Pakistan siapkan pasukan ke Arab Saudi

ilustrasi negera bendera Turki (pexels.com/Nour Abiad)

Menteri Pertahanan Arab Saudi, Khalid bin Salman, mengatakan, komite bersama ketiga negara sepakat mengaktifkan langkah pencegahan kolektif dalam kerangka aliansi.

“Komite sepakat mengaktifkan langkah-langkah pencegahan kolektif dalam kerangka aliansi sebagai respons terhadap serangan dan semua pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut,” kata Khalid melalui media sosial, dilansir dari Al Jazeera, Selasa (6/10/2026).

Dia mengatakan, ketiga negara kembali menegaskan solidaritas dan persatuan dalam menghadapi serangan terhadap Arab Saudi serta situs-situs suci.

Dalam pernyataan bersama yang diterbitkan Kementerian Luar Negeri Pakistan, ketiga negara juga menyatakan akan menyediakan pasukan dan kemampuan militer yang telah disepakati serta memastikan pengerahannya dapat dilakukan dengan cepat ke Arab Saudi.

Komitmen tersebut akan dijalankan berdasarkan pengaturan yang telah disetujui dan sesuai dengan hukum masing-masing negara.

2. Houthi klaim serang Riyadh

pasukan Houthi di Kota Sanaa, Yaman. (Public domain, via Wikimedia Commons)

Pengaktifan pakta pertahanan terjadi beberapa jam setelah pasukan yang berafiliasi dengan pemerintah Yaman melancarkan serangan balasan untuk merebut kembali wilayah yang dikuasai Houthi sejak bulan lalu.

Pasukan pemerintah Yaman yang mendapat dukungan Arab Saudi mengeklaim telah merebut kembali kota pelabuhan Mocha di Laut Merah. Mereka juga mengatakan telah menguasai Selat Bab al-Mandeb yang menjadi jalur strategis pelayaran.

Koalisi pimpinan Arab Saudi mengonfirmasi keterlibatannya dalam operasi tersebut. Sekitar 100 jet tempur koalisi disebut memberikan dukungan udara untuk ofensif pasukan pemerintah Yaman.

Di sisi lain, Houthi mengaku telah menyerang Bandara Internasional King Khalid di Riyadh dan fasilitas pengolahan minyak Aramco di Rabigh, wilayah pesisir Arab Saudi.

Kelompok tersebut juga mengeklaim menyerang sejumlah lokasi lain, termasuk bandara, pangkalan udara, dan fasilitas penting. Namun, hingga laporan tersebut diterbitkan, tidak ada konfirmasi dari pemerintah Arab Saudi mengenai klaim serangan tersebut.

3. Aliansi Pertahanan Makkah mulai diaktifkan

Aliansi Pertahanan Makkah dibentuk sebagai respons terhadap meningkatnya konflik di kawasan Timur Tengah yang dipicu perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.

Pakta pertahanan tersebut ditandatangani oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif di Makkah pada 7 Agustus 2026. Kesepakatan itu ditandatangani sebelum Houthi melancarkan ofensif di Yaman yang kemudian mencakup serangan terhadap sejumlah target di Arab Saudi.

Ketiga negara memiliki kekuatan militer yang cukup besar. Berdasarkan Global Firepower Index 2026, Turki, Pakistan, dan Arab Saudi secara keseluruhan memiliki hampir 1,4 juta personel militer aktif, sekitar 3.400 pesawat militer, 6 ribu tank, dan lebih dari 340 aset angkatan laut.

Pada awalnya, pakta tersebut belum menjelaskan secara rinci kewajiban militer masing-masing negara. Namun, langkah untuk membentuk struktur aliansi terus dilakukan.

Setelah Houthi meluncurkan rentetan rudal ke arah Arab Saudi pada awal September, Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif mengatakan serangan terhadap kerajaan tersebut dapat memicu berlakunya pakta.

“Jika terjadi agresi tanpa provokasi, atau meluasnya apa pun yang terjadi di Yaman ke Arab Saudi, maka tentu saja kesepakatan Mekkah akan mulai berlaku,” kata Asif kepada Geo News.

Hingga Senin, aliansi tersebut belum mengambil tindakan. Sejumlah analis sebelumnya menilai Pakistan dan Turki masih berhati-hati karena kedua negara berupaya mempertahankan peran sebagai mediator dalam perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.

Namun, Abdulaziz Alghashian, peneliti senior nonresiden di Gulf International Forum, menilai serangan Houthi telah mempercepat pembentukan mekanisme aliansi tersebut.

“Serangan dan provokasi Houthi dalam beberapa pekan dan bulan terakhir benar-benar mempercepat Aliansi Makkah bahkan menginspirasinya,” kata Alghashian.

Menurut dia, perkembangan tersebut juga menunjukkan mulai terbentuknya arsitektur keamanan baru di kawasan.

“Sering kali kita berbicara tentang arsitektur keamanan regional, tetapi istilah itu terdengar sangat mewah. Sering kali konsep tersebut kosong dan tidak banyak orang yang tahu secara rinci apa maksudnya. Namun, sekarang kita mulai melihat bagaimana konsep itu diwujudkan. Ini merupakan titik penting dalam sejarah kawasan,” ucap dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article