Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Uganda Sukses Evakuasi 560 Warganya dari Afrika Selatan
ilustrasi bendera Uganda. (Unsplash/Roman Derrick Okello)
  • Uganda berhasil mengevakuasi 560 warganya dari Afrika Selatan akibat demonstrasi anti-imigran yang memicu kekerasan, sementara ribuan lainnya berencana pulang karena takut menjadi sasaran serangan.
  • Pemerintah Uganda meluncurkan program rehabilitasi bagi warga yang kembali dari Afsel untuk membantu pemulihan trauma dan mendukung mereka membangun kembali kehidupan setelah mengalami kekerasan.
  • Tiga warga Uganda dilaporkan tewas dalam aksi anti-imigran di Afsel, dan pemerintah Uganda berupaya memulangkan jasad korban sambil menyoroti kehilangan besar yang dialami para imigran.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Uganda berhasil mengevakuasi sebanyak 560 warganya dari Afrika Selatan (Afsel) pada Senin (6/7/2026). Pemulangan ini sebagai bagian pemulangan warganya menyusul demonstrasi anti-imigran dan rentetan kekerasan di Afsel yang menargetkan imigran. 

Pemerintah Afsel sudah memberikan tenggat waktu bagi imigran ilegal untuk menyerahkan diri hingga 30 Juni 2026. Sementara itu, ribuan imigran di Afsel juga berencana pulang ke negara asalnya karena takut menjadi sasaran aksi kekerasan. 

1. Sebanyak 500 ribu imigran Uganda di Afsel berniat pulang

ilustrasi bendera Afrika Selatan (unsplash.com/kathrineheigan)

Komisi Tinggi Uganda di Pretoria mengungkapkan bahwa lebih dari 500 ribu warga Uganda sangat khawatir terhadap kondisi di Afsel. Mereka takut eskalasi demonstrasi anti-imigran yang berujung kekerasan. 

“Pada gelombang ketiga ini kami sudah memulangkan 255 warga Uganda dan totalnya sudah ada 560 yang dipulangkan. Masih ada 600 warga Uganda yang menunggu dievakuasi dan lebih dari 500 ribu warga masih khawatir soal kondisi di Afsel,” tuturnya, dikutip dari Pulse Uganda.

2. Warga Uganda yang pulang dari Afsel ikuti program rehabilitasi

suasana di Mukono, Uganda (unsplash.com/wolf51)

Pada saat yang sama, pemerintah Uganda memulai program rehabilitasi bagi warga yang kembali dari Afsel. Program ini difokuskan untuk mengobati trauma yang dialami para imigran Uganda imbas demonstrasi dan perlakuan buruk di Afsel. 

Pakar dari Universitas Makerere, Prof. Peter Baguma mengatakan bahwa warga yang kembali diharapkan dapat membangun kembali hidupnya. Mayoritas dari imigran mengalami trauma mendalam dan membutuhkan dukungan psikologis dan pemulihan, serta pengobatan. 

3. Uganda sebut tiga warganya tewas di Afsel

suasana Johannesburg, Afrika Selatan (unsplash.com/bullterriere)

Uganda menyebut bahwa sebanyak tiga warganya dibunuh dalam demonstrasi antiimigran di Afsel. Pemerintah setempat menekankan akan berupaya memulangkan jasad ketiga warganya yang tewas di Afsel. 

“Kami menyayangkan laporan tewasnya tiga warga Uganda di KwaZulu-Natal, Afsel. Korban kedua masih belum teridentifikasi dan tewas di Cape Town, ada pula korban ketiga. Kami akan mengupayakan pemulangan jasadnya,” tutur Menteri Luar Negeri Uganda, Haruna Kasolo, dikutip dari TRT Afrika.

Sementara itu, mayoritas warga Uganda mengaku hanya membawa pakaian yang dipakainya saat diserang. Alhasil, banyak imigran Uganda yang kehilangan seluruh hartanya setelah diserang oleh kelompok antiimigran. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article