Jakarta, IDN Times - Wakil Kepala Kantor Kepresidenan Ukraina, Iryna Vereshchuk, pada Senin (23/2/2026), mengungkapkan rencana pembatasan aplikasi Telegram selama berlangsungnya perang. Rencana ini disampaikan menanggapi serangan teroris di Lviv.
“Serangan teroris di Lviv sekali lagi menunjukkan bahwa masalah utamanya adalah bagaimana Telegram beroperasi di dalam ruang informasi di Ukraina,” terangnya, dikutip dari RBC Ukraine.
Sebelumnya, Ukraina sudah bekerja sama dengan SpaceX untuk menonaktifkan Starlink ilegal. Langkah ini setelah adanya bukti bahwa tentara Rusia menggunakan Starlink untuk mengarahkan drone agar mencapai sasaran.
