Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ukraina Kirim Senjata Iran dan Rusia ke Israel untuk Kebutuhan Riset
potret bendera Ukraina (pexels.com/Mathias Reding)
  • Eks Duta Besar Israel untuk Ukraina Michael Brodsky menyebut Ukraina mengirim sampel senjata Iran dan Rusia ke Israel במסגרת kerja sama militer Tel Aviv-Kyiv.
  • Israel meneliti drone Shahed Iran dan Geran Rusia untuk mempelajari komponennya, dengan tujuan memproduksi teknologi tersebut bagi kebutuhan perang.
  • Militer Israel juga mengembangkan sistem anti-drone berbasis laser, karena penggunaan pesawat tanpa awak dinilai menjadi tantangan utama dalam konflik modern.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Israel dikabarkan telah menggunakan senjata dari Iran dan Rusia untuk kebutuhan riset militer mereka. Kabar tersebut disampaikan oleh eks Duta Besar Israel untuk Ukraina, Michael Brodsy, pada Kamis (15/10/2026) kemarin.

Brodsky mengatakan, untuk mendapatkan sampel senjata Iran dan Rusia, Israel bekerja sama dengan Ukraina. Jadi, Ukraina di sini berperan mengirim sampel senjata milik militer Iran dan Rusia untuk diteliti lebih lanjut oleh militer Israel. Brodsky mengatakan, ini merupakan komitmen antara Tel Aviv dan Kyiv untuk meningkatkan kerja sama di bidang militer.

1. Israel meneliti drone milik Iran dan Rusia

potret drone Iran (commons.wikimedia.org/Mostafa Tehrani)

Brodsky menambahkan, senjata Iran dan Rusia yang digunakan Israel untuk kebutuhan penelitian adalah drone. Sebab, Tel Aviv saat ini sedang meneliti drone Shahed milik Teheran dan drone Geran milik Moskow.

Menurut Brodsky, kedua drone tersebut sangat canggih sehingga cocok dijadilan objek riset militer. Dari riset ini, Israel bisa mempelajari seluruh komponen drone Iran dan Rusia agar bisa memproduksinya sendiri untuk kebutuhan perang.

2. Iran dan Rusia aktif memodifikasi drone-nya

potret drone Shahed (commons.wikimedia.org/National Police of Ukraine)

Iran dan Rusia sendiri memang terkenal punya cadangan drone-drone canggih. Sebab, kedua negara dikabarkan secara rutin memodifikasi dan mengembangkan teknologi drone-nya untuk kebutuhan perang. Inilah yang membuat Israel tertarik menggunakan drone dari Teheran dan Moskow untuk keperluan riset militer.

Aktivitas pengembangan dan produksi drone di Iran dan Rusia juga semakin meningkat belakangan ini. Sebab, kedua negara tersebut kini sama-sama sedang berperang. Iran berperang dengan Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah, sedangkan Rusia berperang dengan Ukraina di Eropa.

3. Israel sedang mengembangkan sistem anti-drone canggih

potret sistem pertahanan udara berbasis laser Israel, Iron Beam (commons.wikimedia.org/Spokesperson and Public Relations Division of the Ministry of Defense of Israel Photographer)

Menurut Brodsky, militer Israel saat ini juga sedang mengembangkan sistem anti-drone canggih. Salah satunya adalah sistem anti-drone menggunakan teknologi laser. Ia mengatakan, langkah ini dilakukan karena setiap negara di dunia kini mulai memanfaatkan drone untuk menyerang musuh ketika terjadi perang.

"Pesawat tanpa awak adalah masalah nomor satu bagi seluruh dunia saat ini. Siapa pun yang pertama kali menemukan solusi efektif akan mendapatkan keuntungan signifikan, dan solusi itu selanjutnya akan diadopsi oleh orang lain juga," jelas Brodsky kepada jurnalis di Ukraina, seperti dilansir Jerusalem Post.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article