SpaceX Batasi Akses Starlink 100 Mph, Drone Ukraina Hilang Kendali

- SpaceX membatasi Starlink pada terminal bergerak di atas 100 mph tanpa pemberitahuan, mengganggu kendali drone Ukraina; koneksi dilaporkan terputus 10–20 detik saat penerbangan.
- Penasihat Presiden Zelenskyy menyebut pembatasan menghambat upaya menghadapi drone Shahed, logistik garis depan, dan misi jarak jauh; Korps Reaksi Cepat ke-7 membatalkan sejumlah misi.
- Polandia mengkritik SpaceX karena turut membiayai Starlink untuk Ukraina, sementara ketergantungan militer pada jaringan satelit swasta menyoroti dampak perubahan kebijakan penyedia layanan.
Jakarta, IDN Times – Layanan internet satelit Starlink milik SpaceX dilaporkan membatasi kecepatan koneksi pada terminal yang bergerak lebih dari 100 mil per jam tanpa pemberitahuan sebelumnya. Kebijakan mendadak ini mengganggu operasi peluncuran pesawat nirawak Ukraina yang mengandalkan jaringan tersebut sebagai alternatif sistem kendali radio.
Penasihat teknologi pertahanan Presiden Volodymyr Zelenskyy, Serhii Beskrestnov, mengonfirmasi bahwa pasukan pertahanan Ukraina tak menerima pemberitahuan awal mengenai perubahan layanan tersebut. Gangguan koneksi juga dirasakan Korps Reaksi Cepat ke-7 Ukraina yang bertugas di wilayah tenggara hingga menyebabkan sejumlah misi dibatalkan, menurut laporan Reuters.
Korps tersebut menggambarkan gangguan koneksi yang terjadi ketika pesawat nirawak sedang mengudara.
“Menurut pengamatan kami, selama penerbangan, koneksi bisa terputus selama 10–20 detik pada kecepatan hanya 110–120km/jam. Drone terus bergerak, tetapi gangguan ini membuatnya lebih sulit untuk dikendalikan,” kata Korps tersebut pada Rabu (14/10/2026), dikutip France 24.
1. Gangguan Starlink menghambat logistik pertahanan Ukraina

Bendera Negara Ukraina. (pexels.com/Andrii Smuryhin) Melalui unggahan di Telegram, Beskrestnov menyebut pembatasan tersebut membuat Ukraina kehilangan salah satu peluang penting untuk menghadapi serangan pesawat nirawak Shahed. Masalah koneksi pada terminal bergerak juga mengganggu kelancaran logistik di garis depan dan pelaksanaan misi jarak jauh.
Seorang pejabat senior Ukraina menyampaikan kepada Agence France-Presse (AFP) bahwa gangguan logistik mulai terdeteksi pada Selasa (13/10/2926) sore. Waktu tersebut bertepatan dengan serangan rudal balistik yang merusak fasilitas listrik dan pemanas di Kyiv serta menewaskan sedikitnya sembilan orang.
Beskrestnov menduga keputusan SpaceX, perusahaan milik Elon Musk, berkaitan dengan perkembangan politik internasional. Ia mengaitkan pembatasan tersebut dengan langkah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang disebut berhubungan dengan kesepakatan impor solar bersama Presiden Rusia Vladimir Putin di tengah pemberlakuan sanksi internasional.
Sementara itu, Trump mengumumkan gencatan senjata energi antara Rusia dan Ukraina. Ia juga menyatakan AS tetap membagikan data intelijen, meskipun Zelenskyy mengaku tak menerima peringatan seperti yang biasanya diberikan.
2. Polandia mengkritik kebijakan pembatasan Starlink

Bendera Polandia (pexels.com/Michał Filuś) Pembatasan layanan tersebut menuai kritik dari negara-negara yang mendanai akses internet Starlink untuk militer Ukraina. Menteri Luar Negeri Polandia, Radoslaw Sikorski, secara terbuka mempertanyakan keputusan SpaceX karena negaranya turut membayar langganan layanan tersebut. Sikorski menyoroti kemungkinan Musk kembali menggunakan produknya untuk kepentingan politik. Ia juga mengingatkan bahwa para pelanggan Starlink di Eropa memperhatikan langkah yang diambil pengusaha tersebut.
“Hei Elon Musk, orang besar, apakah kamu memainkan politik dengan produk-produkmu lagi? Sebagai pelanggan Eropamu, kami mengawasimu,” tulisnya, dikutip Al Jazeera.
Kritik tersebut berkaitan dengan perselisihan di platform X pada 2025 antara Musk dan Menlu AS Marco Rubio. Saat itu, Musk mengklaim pertahanan Ukraina bisa runtuh jika layanan Starlink dimatikan dan meminta Sikorski untuk diam.
Musk kemudian berjanji tak akan mematikan terminal Starlink sebagai alat tawar-menawar politik, meskipun ia memiliki perbedaan pandangan dengan kebijakan Ukraina. Pernyataan itu muncul setelah ketegangan terkait peran layanan internet satelit tersebut dalam mendukung pertahanan Ukraina.
3. Ukraina menghadapi tantangan konektivitas di medan perang

ilustrasi bangunan hancur imbas perang (pexels.com/Mykhailo Volkov) Ketergantungan militer Ukraina pada jaringan satelit swasta membuat operasi di wilayah konflik terpengaruh oleh perubahan kebijakan perusahaan penyedia layanan. Pembatasan koneksi pada terminal yang bergerak dengan kecepatan tinggi mengganggu kendali pesawat nirawak serta kelancaran logistik pertahanan.
Di ranah diplomatik, dugaan keterkaitan kebijakan Starlink dengan dinamika politik AS dan Rusia turut menjadi sorotan. Trump sebelumnya menyalahkan Zelenskyy atas kenaikan harga solar di AS dan kini menghadapi perhatian terkait kesepakatan energi dengan Putin.






















