Jakarta, IDN Times – Indonesia akan membawa pesan mengenai pentingnya membangun ketahanan global melalui penguatan ketahanan nasional dan regional dalam rangkaian High-Level Week (HLW) Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNGA) ke-81 di New York, Amerika Serikat.
Pesan tersebut menjadi salah satu inti diplomasi Indonesia dalam General Debate UNGA 81 yang akan dihadiri Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono sebagai Head of Delegation atau Kepala Delegasi Indonesia.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Yvonne Mewengkang mengatakan Indonesia melihat kondisi dunia saat ini diwarnai berbagai guncangan dan tekanan. Situasi geopolitik, konflik, ketidakpastian ekonomi, hingga krisis pangan dan energi menjadi bagian dari tantangan yang dihadapi negara-negara.
Selain itu, perubahan iklim dan gangguan rantai pasok juga menjadi persoalan yang membutuhkan respons bersama. Dalam situasi seperti itu, Indonesia menilai ketahanan tidak dapat hanya dibangun pada tingkat global.
“Jadi kita balik dulu ke ketahanan nasional, dan kita punya ketahanan regional, lalu kemudian kita ke ketahanan global,” ujar Yvonne dalam briefing media mengenai rencana partisipasi Indonesia pada UNGA 81, di kantor Kemlu RI, Kamis (17/9/2026).
