Jakarta, IDN Times – Kasus keracunan makanan massal berskala internasional kembali dilaporkan melanda kawasan Eropa baru-baru ini. Wabah bakteri Salmonella yang dikaitkan dengan produk mi instan berperisa telah menginfeksi 106 orang di 14 negara, termasuk Inggris dan 13 negara Uni Eropa.
Otoritas Keamanan Pangan Eropa (EFSA) bersama Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC) menyebut strain Salmonella Stanley berkode ST2045 sebagai penyebab utama infeksi yang berlangsung sejak November 2025 hingga Juni 2026 ini. Anak-anak dan dewasa muda menjadi kelompok yang paling banyak terdampak, dengan 49 orang di antaranya harus dirawat di rumah sakit. Sejauh ini, tidak ada laporan korban jiwa akibat wabah tersebut.
