Jakarta, IDN Times - Avichai Stern, Wali Kota permukiman Israel di bagian utara, Kiryat Shmona, menuding pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu gagal melindungi penduduk yang tinggal di dekat perbatasan Lebanon selama perang berlangsung. Ia bahkan merasa bahwa Israel lah yang justru memerangi mereka, bukan kelompok Hizbullah.
"Tidak peduli bagaimana kita mengakhiri perang di Lebanon atau Iran. Jika kita kehilangan sebuah kota di wilayah Israel, ini akan menjadi yang pertama kalinya," kata Stern dalam forum para direktur kementerian pemerintah pada Rabu (25/3/2026), dikutip dari Anadolu.
Ia menyebutkan bahwa sekitar 10 ribu warga masih bertahan di Kiryat Shmona. Namun, jumlah tersebut diperkirakan akan terus menurun mengingat situasi keamanan yang belum membaik. Sejak 2 Maret 2026, Hizbullah telah meluncurkan roket dan drone ke arah pemukiman Israel di wilayah utara sebagai respons atas perang Amerika Serikat (AS)-Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026.
“Anda mengharapkan mereka tetap tinggal dalam situasi suram ini selama sebulan, atau bahkan Anda sendiri tidak tahu sampai kapan. Apakah Anda pikir mereka akan tetap tinggal di sana?” ujarnya.
