Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong memperingatkan dunia kini menghadapi situasi yang lebih tidak stabil dan berbahaya dibandingkan sebelumnya. Konflik di Eropa dan Timur Tengah, persaingan kekuatan besar, hingga gangguan rantai pasok disebut semakin meningkatkan risiko terhadap ekonomi global.
Dalam pidato National Day Rally 2026, Minggu (23/8/2026), Wong mengatakan dampak berbagai konflik tersebut tidak selalu berhenti di wilayah tempat konflik berlangsung. Negara lain dapat ikut terdampak karena aliansi, kepentingan ekonomi, maupun perkembangan situasi yang memaksa mereka mengambil tindakan.
Menurut Wong, kondisi tersebut membuat Singapura harus bersiap menghadapi perubahan jangka panjang. Ia menilai, berbagai gangguan yang terjadi saat ini bukan sekadar fenomena sementara.