Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Warga Ceuta Protes Desak Otoritas Spanyol Serius Atasi Krisis Migrasi
suasana demonstrasi di Spanyol (unsplash.com/b1b1)
  • Lebih dari 15 ribu warga Ceuta dari berbagai agama berdemo, menuntut pemerintah Spanyol serius menangani krisis setelah sekitar 78 ribu imigran Maroko masuk ilegal pada 30 Juli.
  • Demonstran menyatakan Ceuta bagian dari Spanyol, mengecam pelanggaran integritas teritorial, serta mendesak pemerintah Spanyol, institusi Eropa, dan administrasi publik merespons tekanan migrasi.
  • Presiden Ceuta Juan Jesus Vivas meminta sumber daya dan personel keamanan tambahan terkait lebih dari 1.300 imigran anak, sementara Menteri Sira Rego menekankan perlindungan serta penilaian tiap anak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Ribuan warga Ceuta turun ke jalan pada Minggu (9/8/2026). Mereka turun ke jalan untuk memprotes pemerintah Spanyol agar lebih serius dalam menangani krisis migrasi usai masuknya ribuan imigran Maroko pekan lalu. 

Pada 30 Juli 2026, sekitar 78 ribu imigran Maroko berbondong-bondong masuk secara ilegal ke Ceuta. Insiden itu membuat negara Uni Eropa (UE), terutama Italia memberlakukan pengecekan pengunjung asal Spanyol.  

1. Sebanyak 15 ribu warga ikut demonstrasi

Gedung Pemerintahan Ceuta, Spanyol. (Diego Delso, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)

Demonstrasi ini dihadiri oleh lebih dari 15 ribu warga Ceuta yang diprakarsai oleh Four Cultures, organisasi empat agama utama di Ceuta. Diketahui ribuan warga yang menganut agama Kristen, Islam, Hindu, dan Yahudi hadir dalam aksi ini. 

Dilansir Democrata, aksi ini diselenggarakan di Plaza de la Constitucion dengan slogan “Cukup sudah, Ceuta tidak akan menyerah”. Ribuan demonstran membawa bendera Spanyol dan wilayah otonom tersebut untuk menunjukkan bahwa Ceuta tetap milik Spanyol. 

Four Cultures mengaku ingin menjadi bagian dari solusi dari krisis migrasi di Ceuta. Organisasi itu juga menyerukan persatuan dari seluruh warga Ceuta dan tidak memandang kepercayaan, budaya, asal usul, dan tradisi. 

2. Ceuta terdampak pelanggaran integritas teritorial

ilustrasi bendera Spanyol (unsplash.com/thurpont)

Pada saat yang sama, demonstran mendeklarasikan Ceuta adalah Spanyol yang menunjukkan pluralitas kota tersebut lewat sebuah dokumen. Dokumen itu memberikan gambaran identitas dan persatuan dari penduduk Ceuta di tengah perbedaan. 

Dilansir EFE, mereka juga menyebut bahwa situasi di Ceuta sangat kritis dan mengecam pelanggaran integritas teritorial. Demonstran mendesak pemerintah Spanyol, institusi Eropa, dan semua administrasi publik untuk menyediakan aksi responsif dalam mengatasi tekanan migrasi. 

3. Terdapat lebih dari 1300 imigran anak-anak di Ceuta

ilustrasi bendera Spanyol (pexels.com/pixabay)

Sehari sebelumnya, Presiden Ceuta, Juan Jesus Vivas, bertemu dengan Menteri Pemuda dan Anak-anak Spanyol, Sira Rego. Keduanya membahas soal keberadaan sekitar 1.3.42 imigran anak di Ceuta yang belum terdaftar. 

Dilansir Euronews, Vivas mendesak agar ribuan imigran anak tersebut dipulangkan ke Maroko lewat pintu perbatasan Tarajal. Sebab, situasi di Ceuta belum stabil dan mendesak pemerintah pusat untuk mengirimkan sumber daya lebih dan personel keamanan. 

Di sisi lain, Rego menekankan perlindungan kepada imigran anak dan harus menguji setiap anak. Selain itu, ia menyebut reunifikasi dengan keluarganya penting, tapi banyak dari imigran anak yang tidak memiliki keluarga. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article