PM Portugal Kritik Spanyol Kurang Bertindak Atasi Migrasi Ilegal Ceuta

- PM Portugal Luis Montenegro mengkritik kebijakan imigrasi Spanyol terkait krisis Ceuta, sementara Portugal memperketat perbatasan selatan dan patroli Laut Algarve tanpa menangguhkan Schengen.
- Montenegro menilai Portugal telah menerapkan syarat bagi imigran, termasuk pekerjaan, tempat tinggal, pendidikan, kesehatan, dan mobilitas, untuk menjaga kondisi kedatangan yang layak.
- Partai Livre mendesak Maroko dicoret sebagai tuan rumah Piala Dunia 2030, sedangkan pemerintah Portugal tetap membuka peluang bagi imigran yang bersedia bekerja.
Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri (PM) Portugal, Luis Montenegro, pada Rabu (5/8/2026), mengkritik kebijakan imigrasi Spanyol dalam menanggapi krisis Ceuta. Menurutnya, fenomena tersebut bisa terjadi karena kurangnya regulasi untuk menanggulangi krisis migrasi.
Sebelumnya, Portugal sudah meningkatkan penjagaan di perbatasan selatan dan patroli di Laut Algarve imbas krisis migrasi Ceuta. Namun, Lisbon menolak menangguhkan perjanjian Schengen dengan Madrid.
1. Sebut kebijakan migrasi Portugal sudah baik

Montenegro menyebut bahwa krisis migrasi didorong oleh daya tarik dari kebijakan Spanyol. Tanpa menyebut nama, PM Portugal itu mengatakan negaranya sudah melakukan yang terbaik untuk mencegah krisis migrasi.
“Di Portugal, kami melakukan apa yang harus dilakukan. Kami menciptakan kondisi di mana orang punya harga diri ketika mereka tiba di Portugal. Persyaratan bagi imigran harus memiliki pekerjaan, tempat tinggal, akses pendidikan, kesehatan, dan mobilitas,” tuturnya, dikutip dari Democrata.
2. Partai di Portugal desak Maroko dikeluarkan dari tuan rumah Piala Dunia 2030

Partai sayap kiri Portugal, Livre mendesak pemerintahan Montenegro untuk mengeluarkan Maroko dari tuan rumah Piala Dunia 2030. Menurutnya, Maroko tidak dapat dipercaya dan tidak punya kapasitas untuk menyelenggarakan acara besar.
“Mengakui masalah sensitif ini, kami berharap bahwa saluran diplomatik dengan Spanyol dan Federasi Sepak Bola Spanyol dapat dibangun secepatnya. Maka sebuah keputusan tidak berdampak pada penyelenggaraan turnamen atau peran Portugal dan Spanyol,” terang Kepala Livre, Jorge Pinto, dikutip dari Portugal Resident.
Sementara itu, koalisi sayap kiri Portugal, Sumar juga menyuarakan ke parlemen untuk membahas kembali penyelenggaraan Piala Dunia 2030. Menurutnya, sepak bola tidak bisa digunakan untuk memutihkan semua tindakan buruk.
3. Portugal terbuka untuk imigran yang mau bekerja

Pada saat yang sama, Menteri Ekonomi dan Kohesi Teritorial Portugal, Manuel Castro Almeida mengakui bahwa Portugal menyambut baik semua imigran yang mau bekerja. Menurutnya, tingkat pengangguran di Portugal juga terus menurun seiring dengan penciptaan ribuan lapangan pekerjaan baru.
Almeida menyebut, mayoritas pekerjaan yang tercipta di sektor jasa dan terletak di Algarve dan area metropolitan Lisbon. Ia menekankan bahwa pekerjaan yang tercipta bukan hanya dampak musiman, tapi juga menunjukkan penguatan pasar kerja di Portugal.




















