Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
12 Warga China Dihukum karena Sebar Berita Hoaks Banjir di Nepal-Tibet
potret bendera China (pexels.com/Charlie Jin)
  • Kementerian Keamanan Publik China menghukum 12 warga yang menyebarkan hoaks tentang jumlah korban tewas dan hilang dalam banjir di perbatasan Nepal-Tibet pada 26 Agustus.
  • Aparat memanggil, menginterogasi, dan memerintahkan penghapusan konten palsu tersebut; 10 dari 12 pelaku dikenai sanksi administratif, sementara sanksi dua lainnya tidak dirinci.
  • Pemerintah China mengimbau publik mengandalkan media resmi terverifikasi, setelah hoaks banjir, termasuk video AI realistis di Facebook, beredar dan tidak mencerminkan kondisi sebenarnya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Sebanyak 12 warga China dihukum karena kedapatan menyebarkan berita hoaks soal banjir yang terjadi di perbatasan Nepal dan Tibet pada 26 Agustus pekan lalu. Kabar tersebut disampaikan oleh Kementerian Keamanan Publik China pada Senin (31/8/2026). 

Dilansir CNN, ini merupakan salah satu program dari Kementerian Keamanan Publik China untuk “Membersihkan lingkungan siber" China dari berita atau informasi hoaks. Sebab, kabar-kabar semacam itu bisa menyesatkan publik dan berpotensi menimbulkan perpecahan.

1. Pelaku menyebarkan berita palsu soal jumlah korban banjir di Nepal-Tibet

ilustrasi kabar hoaks (unsplash.com/Hartono Creative Studio)

Kementerian Keamanan Publik China menjelaskan, 12 pelaku tadi telah menyebarkan berita palsu soal jumlah korban tewas dan korban hilang dalam bencana banjir di perbatasan Nepal dan Tibet. Sebab, dalam berita yang dirilis pelaku, jumlah korban bertambah berkali-kali lipat dari realita di lapangan. 

Saat mengetahui berita tersebut, aparat berwenang China langsung memanggil para pelaku. Setelah itu, mereka pun diinterogasi untuk mengetahui apa motif dari aksi yang mereka lakukan. Setelah itu, aparat berwenang China langsung meminta mereka untuk menghapus semua berita hoaks soal banjir di perbatasan Nepal dan Tibet agar tidak menyesatkan publik. Setelah itu, hukuman langsung diberikan. 

2. Sebanyak 10 pelaku hanya mendapat sanksi administratif

ilustrasi sanksi administratif (pexels.com/cottonbro studio)

Kementerian Keamanan Publik China menambahkan, dari total 12 orang yang dihukum, 10 di antaranya hanya diberi sanksi administratif. Namun, kementerian itu tidak dijelaskan sanksi apa yang diberikan ke dua pelaku penyebar hoaks yang lain.

Imbas peristiwa ini, Pemerintah China mewanti-wanti kepada seluruh masyarakat untuk membaca berita di media resmi pemerintah yang sudah terverifikasi kebenarannya. Langkah ini bertujuan agar masyarakat tidak mudah termakan berita palsu. Sebab, dalam situasi bencana seperti ini, banyak pihak tidak bertanggung jawab yang sengaja menyebarkan berita burung demi keuntungan pribadi. 

3. Banyak berita soal banjir di Nepal dan Tibet yang dibuat oleh AI

Hal yang lebih parah adalah banyak juga pelaku yang sengaja membuat berita hoaks menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI). Langkah ini bertujuan agar berita yang disajikan terlihat lebih dramatis sehingga bisa menarik lebih banyak audiens. Video semacam itu banyak tersebar di media sosial Facebook.

Pada Sabtu (29/8/2026) pekan lalu, misalnya, ada sebuah berita berbentuk video soal tragedi banjir di perbatasan Nepal dan Tibet yang dibuat oleh AI. Video tersebut dirilis ulang oleh Centrist Nation sebagai pengingat kepada masyarakat agar jangan termakan berita hoaks. 

Dalam video tersebut, disajikan detik-detik peristiwa bencana banjir yang melanda Nepal dan Tibet. Video tersebut terlihat begitu realistis dan sama seperti kejadian di lapangan. Kendati demikian, setelah dilakukan pengecekan lebih lanjut, video itu ternyata hoaks. Sebab, peristiwa yang ditampilkan di dalamnya hanya buatan AI dan tidak menggambarkan kejadian asli di lapangan. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article