Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

PM Spanyol Salahkan Rusia dan Israel atas Krisis Migrasi di Ceuta

PM Spanyol Salahkan Rusia dan Israel atas Krisis Migrasi di Ceuta
Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez. (Arne Müseler / www.arne-mueseler.com, CC BY-SA 3.0 DE, via Wikimedia Commons)
  • PM Spanyol Pedro Sanchez menuding jaringan terkait Rusia dan Israel menyebarkan disinformasi kebijakan migrasi yang mendorong puluhan ribu imigran Maroko masuk ke Ceuta.
  • Pada 30-31 Juli, lebih dari 72 ribu imigran Maroko memasuki Ceuta dan sedikitnya 100 orang tewas; sekitar 5 ribu lainnya masih mencari suaka di kamp sementara.
  • Rusia dan Israel membantah tuduhan tersebut, sementara Sanchez menolak menyalahkan Maroko; oposisi Spanyol justru menuding Maroko sebagai dalang kekacauan di Ceuta.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri (PM) Spanyol, Pedro Sanchez menuding Rusia dan Israel menyebarkan berita bohong soal kebijakan migrasi di negaranya pada Senin (31/8/2026). Menurutnya, kabar bohong itu yang mendorong masuknya ribuan imigran Maroko ke Ceuta.  

Pada 30 dan 31 Juli, lebih dari 72 ribu imigran Maroko berbondong-bondong masuk ke teritori terluar Spanyol di Afrika tersebut. Insiden itu bahkan menyebabkan setidaknya 100 orang tewas usai berusaha masuk ke Ceuta. 

  1. 1. Sebut penelitian dari EEAS menemukan adanya jaringan asal Rusia dan Israel

    ilustrasi bendera Spanyol
    ilustrasi bendera Spanyol (pexels.com/@carloscruz-artegrafia)

    Sanchez mengatakan bahwa penelitian dari lembaga diplomatik, EEAS mengindikasikan Rusia dan Israel terlibat dalam aksi ini. Mereka berada di balik penyebaran informasi menyimpang yang bersamaan dengan jaringan sayap kanan. 

    Dilansir Internazionale, kedua negara disebut menggunakan krisis migrasi ini untuk mengkritik kebijakan Spanyol. Kedua negara tersebut kecewa dengan posisi Spanyol terkait dengan perang di Ukraina dan Gaza. 

    Sementara itu, sekitar 5 ribu imigran masih berada di Ceuta dalam sebulan terakhir. Mereka mencari suaka di teritori terluar Spanyol tersebut dan mendirikan kamp sementara di El Trampolin. 

  2. 2. Rusia tolak terlibat dalam krisis migrasi di Ceuta

    ilustrasi bendera Rusia
    ilustrasi bendera Rusia (pixabay.com/michel_van_der_vegt)

    Menanggapi pernyataan Sanchez, Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov menyebut bahwa Rusia tidak terlibat dalam krisis migrasi di Ceuta. Menurutnya, Moskow tidak ada hubungannya dengan jaringan akun dari Rusia dan Israel yang dituduhkan Sanchez. 

    Dilansir Tass, Juru Bicara Wakil Dewan Federasi Rusia, Konstantin Kosachev mengatakan bahwa Uni Eropa (UE) berusaha memecah belah kemanusiaan. Menurutnya, Brussels berusaha menciptakan antara penghuni taman dan hutan belantara sekaligus. 

  3. 3. Israel tolak tuduhan Sanchez soal krisis migrasi di Ceuta

    ilustrasi bendera Israel
    ilustrasi bendera Israel (unsplash.com/levimeirclancy)

    Pada saat yang sama, Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar menolak tuduhan dari Sanchez soal keterlibatan dalam krisis migrasi di Ceuta. Ia menekankan bahwa tuduhan tersebut adalah sebuah kebohongan besar. 

    “Dia berbohong lagi, mengejutkannya menuding Israel menyebarkan kabar bohong soal insiden di Ceuta. Ini adalah kebohongan besar dari Spanyol,” terangnya, dikutip dari Democrata.

    Sementara itu, PM Spanyol tersebut terus menampik keterlibatan Maroko sebagai pemicu krisis migrasi. Di sisi lain, partai oposisi Spanyol menuding Maroko sebagai dalang di balik kekacauan di Ceuta. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More