Jakarta, IDN Times - Jumlah korban tewas imbas banjir bandang yang terjadi di perbatasan Nepal dan Tibet, China, pada 26 Agustus lalu kini semakin bertambah. Data terbaru yang dirilis CNN pada Selasa (1/9/2026) menunjukkan jumlah korban tewas saat ini sudah tembus lebih dari 1.000 orang. Jumlah ini bertambah banyak setiap harinya.
Daftar Negara Asal WNA yang Hilang imbas Banjir Nepal, Dari Mana Saja?

- Banjir bandang di perbatasan Nepal-Tibet sejak 26 Agustus menewaskan lebih dari 1.000 orang, sementara lebih dari 4.400 orang masih hilang.
- Departemen Pariwisata Nepal mencatat 583 warga negara asing masih hilang; pemerintah juga menyebut 164 warga Nepal belum ditemukan dan terus melakukan pencarian.
- Nepal meminta bantuan internasional karena medan sulit; China akan mengirim ahli DNA, sementara WHO dan AS menyalurkan bantuan dana untuk penanganan bencana.
Di sisi lain, jumlah korban yang masih dinyatakan hilang juga ikut meningkat. Saat ini, jumlahnya sudah mencapai lebih dari 4.400 orang. Dari jumlah tersebut, ratusan di antaranya merupakan warga negara asing (WNA) yang berasal dari berbagai negara. Lantas, dari mana saja mereka berasal? Berikut ulasannya.
1. Departemen Pariwisata Nepal merilis data WNA yang hilang imbas banjir

ilustrasi korban hilang (pexels.com/Ron Lach) Departemen Pariwisata Nepal pada Senin (31/8/2026) kemarin merilis daftar WNA yang hilang imbas bencana banjir yang terjadi di wilayahnya. Jumlah totalnya ada 583 orang. Dilansir laman resmi Departemen Pariwisata Nepal, berikut daftar negara asal WNA yang hingga saat ini masih hilang imbas banjir yang terjadi pada pekan lalu.
Tabel negara asal WNA yang hilang akibat banjir di Nepal
Daftar negara asal WNA yang hilang akibat banjir di Nepal Nomor
Negara Asal
Jumlah Warga Hilang
1
India
183
2
Australia
35
3
Belarus
1
4
Kanada
30
5
Finlandia
1
6
Prancis
4
7
Jerman
8
8
Hungaria
1
9
Irlandia
2
10
Israel
1
11
Lithuania
1
12
Malaysia
55
13
Belanda
2
14
Selandia Baru
5
15
Portugal
2
16
Rusia
8
17
Singapura
9
18
Afrika Selatan
6
19
Spanyol
2
20
Ukraina
54
21
Inggris
33
22
Amerika Serikat
64
23
Jepang
5
24
Filipina
1
25
Kazakhstan
3
26
Belgia
2
27
Swedia
1
28
Latvia
33
29
Serbia
1
30
Swiss
1
31
Italia
2
32
China
25
33
Vietnam
1
34
Estonia
1
2. Ratusan warga Nepal yang terdampak banjir juga masih hilang

potret bendera Nepal (unsplash.com/binaya_photography) Jumlah tersebut sudah dikurangi dengan 164 warga negara Nepal yang hingga kini juga masih dinyatakan hilang setelah kediamannya ikut diterjang banjir pada pekan lalu. Pemerintah Nepal mengatakan, pihaknya saat ini masih berupaya untuk mencari dan mengevakuasi mereka.
Perdana Menteri Nepal, Balendra Shah, mengatakan, ia sudah meminta bantuan internasional untuk menemukan semua korban yang masih hilang, baik yang berasal dari negaranya maupun dari luar negeri. Sebab, medan di lokasi bencana cukup menantang sehingga operasi pencarian dan pengevakuasian korban hilang membutuhkan tenaga banyak orang.
3. China akan mengirim ahli DNA ke Nepal untuk mengautopsi korban banjir

potret bendera China (pexels.com/Hao Liang) Saat ini, bantuan asing sudah mulai berdatangan ke Nepal. Bantuan-bantuan tersebut terdiri dari makanan, minuman, pasokan medis, hingga uang tunai. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Pemerintah Amerika Serikat (AS) masing-masing telah menyumbang bantuan uang tunai sebesar 150 ribu dolar AS (Rp2,6 miliar) dan 3,6 juta dolar AS (Rp64 miliar) untuk membantu penanganan banjir di perbatasan Nepal dan Tibet.
Di sisi lain, Pemerintah China mengatakan pihaknya juga akan segera mengirim bantuan ke Nepal. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, dalam pernyataannya pada Selasa mengatakan, pihaknya akan mengirim ahli DNA untuk membantu Nepal melakukan autopsi jenazah korban banjir. Sebab, saat ini, proses autopsi mengalami sejumlah hambatan karena banyak jenazah yang sudah membusuk. Hal ini membuat proses identifikasi DNA menjadi sulit dilakukan.


















