Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Warga Venezuela Diminta Keluar Rumah yang Rusak Parah Akibat Gempa
Warga diselamatkan dari bangunan rusak akibat gempa Venezuela. (AFP/Juan Barreto)
  • Menteri Dalam Negeri Venezuela, Diosdado Cabello, meminta warga meninggalkan rumah rusak dan tetap di luar karena potensi gempa susulan setelah guncangan besar mengguncang negara itu.
  • Gempa bermagnitudo 7,1 terjadi di dekat pesisir Moron dengan kedalaman sekitar 10 kilometer, mengguncang Caracas dan memicu peringatan tsunami yang kemudian dicabut.
  • Lebih dari 500 petugas darurat dikerahkan di Caracas untuk menyelamatkan korban dari bangunan runtuh; sejauh ini 18 orang berhasil diselamatkan hidup-hidup.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Gempa bermagnitudo 7,1 mengguncang Venezuela, menyebabkan kerusakan parah pada sejumlah bangunan dan memicu peringatan tsunami sementara di wilayah pesisir serta pulau-pulau sekitar.
  • Who?
    Menteri Dalam Negeri Venezuela Diosdado Cabello mengimbau warga meninggalkan rumah rusak; Wali Kota Caracas Gustavo Duque melaporkan penyelamatan korban; lebih dari 500 petugas darurat terlibat dalam operasi evakuasi.
  • Where?
    Pusat gempa berada di sebelah barat komunitas pesisir Moron, dengan getaran kuat dirasakan di ibu kota Caracas dan wilayah pesisir Venezuela serta pulau Aruba, Bonaire, dan Curacao.
  • When?
    Peristiwa terjadi pada Rabu sore waktu setempat atau Kamis dini hari waktu Indonesia Barat, tanggal 25 Juni 2026, bertepatan dengan hari libur nasional di Venezuela.
  • Why?
    Gempa utama berkekuatan besar menyebabkan kerusakan struktural signifikan sehingga pemerintah meminta warga keluar dari bangunan untuk menghindari risiko runtuh akibat kemungkinan gempa susulan.
  • How?
    Pemerintah menutup pasokan gas sebagai langkah pencegahan, mengevakuasi warga ke area terbuka, melakukan penilaian kerusakan, serta mengerahkan ratusan petugas penyelamat untuk mencari korban di lokasi terdampak.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Dalam Negeri Venezuela, Diosdado Cabello, mendesak warga untuk meninggalkan rumah mereka dan menunggu di luar karena kemungkinan gempa susulan setelah gempa beruntun yang mengguncang negara itu.

“Tidak seorang pun boleh berada di dalam gedung karena peristiwa seperti ini biasanya disertai gempa susulan — gempa susulan yang mampu menyebabkan runtuhnya struktur bangunan yang sudah rusak selama gempa utama,” kata Cabello dalam sebuah panggilan telepon dengan stasiun televisi pemerintah VTV.

Cabello mendesak warga untuk tetap berada di jalan dan tetap tenang. “Kita harus mengatasi situasi ini bersama-sama sebagai satu bangsa yang bersatu,” katanya, dikutip dari CNN.

Sementara itu, penilaian kerusakan sedang dilakukan dan pasokan gas telah dimatikan sebagai tindakan pencegahan, tambah Cabello.

Hari Rabu (24/6/2026) adalah hari libur nasional di Venezuela dan banyak warga berada di rumah ketika gempa terjadi. Hari libur tersebut memperingati kemenangan militer bersejarah tahun 1821 yang mengamankan kemerdekaan negara itu dari Spanyol.

Selain itu, lebih dari 500 petugas darurat berupaya menyelamatkan orang-orang dari bangunan yang runtuh dan rusak di wilayah Chacao, ibu kota Venezuela, Caracas. Setidaknya 18 orang telah diselamatkan hidup-hidup sejauh ini, kata Wali Kota Caracas Gustavo Duque dalam video media sosial yang menunjukkan bangunan-bangunan yang rusak di belakangnya.

“Ada dua bangunan runtuh sepenuhnya, dan banyak lagi yang mengalami kerusakan struktural,” tambahnya.

Gempa bermagnitudo 7,1 mengguncang Venezuela pada Rabu sore waktu setempat atau Kamis (25/6/2026) dini hari WIB. Menurut Survei Geologi AS, peristiwa seismik terjadi pada kedalaman sekitar 10 kilometer, dengan pusat gempa terletak tepat di sebelah barat komunitas pesisir Moron.

Getaran hebat mengguncang ibu kota Caracas, memaksa penduduk untuk mengungsi dari gedung-gedung tinggi yang bergoyang. Peringatan ancaman tsunami dikeluarkan oleh Pusat Peringatan Tsunami Pasifik untuk wilayah pesisir Venezuela, serta pulau-pulau tetangga Aruba, Bonaire, dan Curacao.

Pemberitahuan tsunami diaktifkan untuk Puerto Riko dan Kepulauan Virgin AS sementara pihak berwenang secara aktif memantau alat pengukur pasang surut pantai untuk aktivitas gelombang yang tidak biasa. Namun, kini peringatan tsunami sudah dicabut.

Editorial Team

Related Article