Gempa Venezuela Picu Kerusakan Parah Meski Peringatan Tsunami Dicabut
.jpg)
- Gempa berkekuatan 7,1 Magnitudo mengguncang Venezuela dan sempat memicu peringatan tsunami yang kemudian dicabut oleh USGS setelah dinyatakan tidak ada ancaman lanjutan.
- USGS mengeluarkan peringatan merah melalui sistem PAGER karena potensi korban jiwa tinggi dan kerusakan luas akibat banyaknya bangunan rentan terhadap guncangan.
- Pemerintah Venezuela mengerahkan pasukan keamanan, memutus pasokan gas di beberapa bangunan, dan menilai kerusakan di berbagai wilayah terdampak seperti Yaracuy hingga Distrik Ibu Kota.
Jakarta, IDN Times - Pusat Peringatan Tsunami Amerika Serikat (USGS) mengatakan, tidak ada lagi ancaman tsunami dari gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,1 di Venezuela. Sebelumnya, peringatan telah dikeluarkan mengenai kemungkinan gelombang tsunami untuk pantai dalam radius 300 kilometer dari pusat gempa, serta untuk Puerto Rico dan Kepulauan Virgin AS.
“Ancaman tsunami dari gempa bumi ini telah berlalu dan tidak ada ancaman lebih lanjut,” kata USGS dalam laporan terbaru, dikutip dari CNN, Kamis (25/6/2026).
Survei Geologi AS mengeluarkan peringatan merah melalui sistem PAGER-nya, memperkirakan guncangan dari gempa tersebut dapat mengakibatkan ribuan korban jiwa.
“Peringatan merah untuk korban jiwa dan kerugian ekonomi terkait guncangan. Korban jiwa yang tinggi dan kerusakan yang luas kemungkinan besar terjadi dan bencana ini kemungkinan meluas. Peringatan merah sebelumnya membutuhkan respons nasional atau internasional,” kata USGS dalam peringatannya.
Sebagian besar orang di wilayah tersebut tinggal di bangunan yang rentan terhadap guncangan gempa. “Jenis bangunan yang paling rentan adalah bangunan batu bata tanpa penguatan dan konstruksi blok adobe,” kata USGS.
Estimasi PAGER dihasilkan secara otomatis untuk memberikan gambaran cepat kepada petugas tanggap darurat tentang potensi skala gempa untuk membantu memandu upaya penyelamatan dan bantuan. Meski demikian, USGS memperingatkan angka tersebut bukanlah jumlah korban jiwa yang terkonfirmasi.
“Venezuela telah mengerahkan pasukan keamanan di seluruh negeri untuk menanggapi keadaan darurat karena banyak bangunan berisiko runtuh,” demikian dikutip dari pernyataan Kementerian Komunikasi dan Informasi Venezuela.
Pemerintah telah mengizinkan pemutusan pasokan gas langsung ke bangunan-bangunan tertentu sebagai tindakan pencegahan, sementara pihak berwenang menilai kerusakan bangunan, tambah kementerian dalam sebuah pernyataan.
Disebutkan, gempa tersebut dirasakan di berbagai negara bagian di seluruh negeri termasuk Yaracuy, Lara, Mérida, Aragua, Carabobo, La Guaira, dan Miranda, serta Distrik Ibu Kota.














