Jakarta, IDN Times - Ponsel membuat masyarakat bisa mengetahui peristiwa di berbagai belahan dunia hanya dalam hitungan detik. Namun, derasnya arus informasi juga membuat orang mudah berpindah dari satu berita ke berita lain tanpa benar-benar memahami cerita di baliknya.
World Press Photo mencoba menawarkan pengalaman yang berbeda melalui pameran fotografi jurnalistik di Jakarta. Alih-alih melihat gambar sambil menggulir layar, pengunjung diajak berhenti sejenak, membaca keterangan foto, mengenali fotografer, dan memahami cerita yang sedang disampaikan.
Pameran World Press Photo 2026 dibuka di Erasmus Huis, Jakarta, pada Jumat (25/9/2026). Pameran tersebut berlangsung hingga 24 Oktober 2026 dan menampilkan 42 karya pemenang Kontes World Press Photo ke-69.
Karya-karya tersebut dipilih dari 57.376 karya visual yang dibuat 3.747 fotografer dari 141 negara. Foto-foto yang ditampilkan merekam beragam peristiwa global, mulai dari konflik dan krisis kemanusiaan hingga perlawanan, resiliensi, dan tradisi yang jarang mendapat perhatian.
Manajer Pameran sekaligus Kurator World Press Photo, Mariana Rettore Baptista, mengatakan pameran tidak hanya dimaksudkan untuk menampilkan foto yang kuat secara visual. Setiap karya juga membawa cerita nyata yang menurutnya penting diketahui publik.
“World Press Photo mengemban misi memperjuangkan kebebasan pers dan meningkatkan kesadaran terhadap situasi dunia, serta pentingnya cerita yang mengedepankan akurasi dan menggambarkan kondisi pers saat ini,” kata Mariana saat membuka pameran di Kedutaan Besar Belanda di Jakarta.
