Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Xi Jinping Bersama Putin dan Modi Kumpul di Kyrgyzstan, Ada Apa?
Presiden China Xi Jinping tiba di Kyrgyzstan untuk menghadiri KTT SCO. (AFP/KYRGYZ PRESIDENTIAL PRESS OFFICE)
  • Xi Jinping, Vladimir Putin, dan Narendra Modi akan menghadiri KTT SCO di Bishkek, Kyrgyzstan, pekan ini.
  • Putin dijadwalkan bertemu Xi Jinping pada Senin dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Selasa.
  • SCO mempertemukan negara anggota dengan kepentingan nasional dan pandangan geopolitik yang berbeda.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa yang paling kamu soroti dari KTT SCO di Bishkek?
Vote Now
2001

SCO didirikan oleh China, Rusia, dan empat negara Asia Tengah sebagai forum kerja sama keamanan.

2012

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan membawa Turki menjadi mitra dialog SCO.

2022

Invasi skala penuh Rusia ke Ukraina berlangsung. Perang Ukraina telah memasuki tahun kelima saat KTT SCO digelar.

pekan lalu

Kementerian Luar Negeri China menyatakan SCO telah berhasil menemukan jalur baru untuk memperkuat kerja sama regional.

pekan ini

Xi Jinping, Vladimir Putin, dan Narendra Modi akan berkumpul di Bishkek untuk menghadiri KTT SCO.

Senin (31/8/2026)

Putin dijadwalkan bertemu langsung dengan Xi Jinping di sela-sela KTT SCO.

Selasa (1/9/2026)

Putin dijadwalkan melakukan pembicaraan dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, bertepatan dengan agenda utama SCO.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa yang paling kamu soroti dari KTT SCO di Bishkek?
Vote Now
  • What?
    Xi Jinping, Vladimir Putin, dan Narendra Modi akan menghadiri KTT Shanghai Cooperation Organisation (SCO).
  • Who?
    Presiden China Xi Jinping, Presiden Rusia Vladimir Putin, Perdana Menteri India Narendra Modi, serta Presiden Iran Masoud Pezeshkian terlibat dalam agenda pertemuan.
  • Where?
    KTT SCO digelar di Bishkek, Kyrgyzstan.
  • When?
    KTT berlangsung pekan ini. Putin dijadwalkan bertemu Xi Jinping pada Senin (31/8/2026) dan Pezeshkian pada Selasa (1/9/2026).
  • Why?
    Para pemimpin menghadiri agenda resmi SCO dan melakukan pertemuan bilateral di sela-sela KTT.
  • How?
    Pertemuan berlangsung melalui KTT SCO serta sejumlah pembicaraan bilateral para pemimpin negara.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa yang paling kamu soroti dari KTT SCO di Bishkek?
Vote Now

Xi, Putin, dan Modi akan datang ke Bishkek, Kyrgyzstan. Mereka mau ikut pertemuan besar bernama KTT SCO. Putin juga akan bertemu Xi dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Negara-negara di SCO bisa bekerja sama, tetapi mereka punya keinginan dan hubungan yang berbeda-beda.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa yang paling kamu soroti dari KTT SCO di Bishkek?
Vote Now

KTT SCO memberi ruang bagi negara-negara anggota untuk bertemu dan menyampaikan kepentingan secara langsung, meski memiliki hubungan bilateral serta pandangan geopolitik yang berbeda. Forum ini juga memungkinkan India mempertahankan ruang manuver diplomatik, sementara Rusia dan Iran memperluas hubungan ekonomi, diplomatik, dan strategis dengan negara-negara non-Barat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa yang paling kamu soroti dari KTT SCO di Bishkek?
Vote Now

Jakarta, IDN Times - Presiden China Xi Jinping bersama Presiden Rusia Vladimir Putin, dan Perdana Menteri India Narendra Modi akan berkumpul di Bishkek, Kyrgyzstan, pekan ini untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Shanghai Cooperation Organization (SCO).

Pertemuan para pemimpin tiga negara dengan pengaruh besar di Asia tersebut berlangsung ketika persaingan geopolitik antara kekuatan Barat dan negara-negara non-Barat semakin menguat. SCO pun dalam beberapa tahun terakhir berupaya memperluas peran dan pengaruhnya di tengah perubahan tatanan global.

Selain menghadiri agenda resmi SCO, para pemimpin dijadwalkan melakukan sejumlah pertemuan bilateral di sela-sela KTT. Putin, misalnya, dijadwalkan bertemu secara langsung dengan Xi Jinping pada Senin (31/8/2026).

Putin juga dijadwalkan melakukan pembicaraan dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Selasa (1/9/2026), bertepatan dengan agenda utama SCO. Bagi Rusia dan Iran, forum tersebut menjadi kesempatan memperkuat hubungan dengan negara-negara non-Barat di tengah tekanan geopolitik yang mereka hadapi.

1. Xi, Putin, dan Modi bertemu di tengah rivalitas global

Vladimir Putin (kremlin.ru, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)

SCO didirikan pada 2001 oleh China, Rusia, dan empat negara Asia Tengah sebagai forum kerja sama keamanan. Dalam 25 tahun terakhir, organisasi tersebut berkembang dengan bergabungnya sejumlah negara lain dan memperluas agenda kerja samanya.

Saat ini, SCO memiliki 10 anggota, yakni China, Rusia, India, Iran, Pakistan, Belarus, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Tajikistan, dan Uzbekistan. Selain negara anggota, sejumlah negara lainnya berstatus sebagai mitra dialog.

China dan Rusia selama ini mendorong SCO sebagai salah satu platform alternatif terhadap organisasi internasional yang lebih identik dengan negara-negara Barat, seperti G7. Beijing juga dalam beberapa tahun terakhir berupaya memperluas cakupan kerja sama SCO, termasuk melalui tawaran bantuan pembangunan dan pendanaan kepada negara-negara anggota.

Kementerian Luar Negeri China pada pekan lalu menyatakan, SCO telah berhasil menemukan jalur baru untuk memperkuat kerja sama regional. “SCO telah berhasil mengeksplorasi jalur baru bagi kerja sama regional,” kata Kementerian Luar Negeri China, dilansir AsiaOne.

China juga secara konsisten mendorong gagasan mengenai tatanan dunia alternatif dengan dukungan Rusia. Pertemuan di Bishkek karena itu menjadi momentum bagi Beijing dan Moskow untuk menunjukkan hubungan dengan negara-negara non-Barat tetap berkembang.

Namun, SCO tidak dapat sepenuhnya dipandang sebagai blok politik atau militer yang solid. Negara-negara anggotanya memiliki kepentingan nasional, hubungan bilateral, dan pandangan geopolitik yang berbeda.

2. India punya kepentingan sendiri di SCO

Perdana Menteri India, Narendra Modi. (Prime Minister's Office, Government of India, GODL-India, via Wikimedia Commons)

Kehadiran Modi menjadi salah satu perhatian penting dalam KTT kali ini. India merupakan anggota SCO, tetapi pada saat yang sama memiliki hubungan yang kompleks dengan sejumlah negara anggota lainnya, terutama China dan Pakistan.

China dan Pakistan merupakan dua rival strategis India. Persaingan New Delhi dengan Beijing mencakup persoalan perbatasan, pengaruh ekonomi, hingga perebutan posisi strategis di kawasan Indo-Pasifik dan Eurasia.

Karena itu, bagi India, kehadiran di SCO tidak selalu berarti mendukung agenda China atau Rusia. Forum tersebut justru dapat digunakan New Delhi untuk mempertahankan ruang manuver diplomatik dan menyampaikan kepentingannya secara langsung.

Dinakar Peri, pakar dalam bidang studi keamanan di Carnegie India, menilai SCO memberikan kesempatan bagi India untuk tetap memiliki posisi dalam dinamika kawasan yang semakin dipengaruhi persaingan kekuatan besar.

“Meskipun mungkin tidak sepenuhnya membentuk agenda, forum ini memberi New Delhi pandangan langsung mengenai kawasan dan memungkinkan India melakukan hedging dengan pihak-pihak lain,” kata Peri.

Dengan posisi tersebut, India dapat mempertahankan hubungan dengan berbagai kekuatan secara bersamaan. New Delhi memiliki hubungan strategis dengan Amerika Serikat dan negara-negara Barat, tetapi juga mempertahankan hubungan pertahanan serta ekonomi yang erat dengan Rusia.

KTT SCO dengan demikian menjadi ruang bagi India untuk menunjukkan bahwa kebijakan luar negerinya tidak sepenuhnya mengikuti salah satu blok kekuatan.

Kehadiran Modi bersama Xi dan Putin juga memperlihatkan kompleksitas hubungan antara ketiga negara. Di satu sisi, mereka dapat bekerja sama dalam forum multilateral. Di sisi lain, masing-masing tetap memiliki kepentingan nasional dan kalkulasi strategis yang berbeda.

3. Rusia dan Iran manfaatkan forum untuk memperkuat hubungan

potret Presiden Iran, Masoud Pezeshkian (commons.wikimedia.org/khamenei.ir)

Bagi Rusia, KTT SCO berlangsung ketika perang Ukraina telah memasuki tahun kelima sejak invasi skala penuh pada 2022. Moskow menghadapi tekanan dan sanksi dari negara-negara Barat, sehingga hubungan dengan negara-negara non-Barat menjadi semakin penting.

Pertemuan Putin dengan Xi menjadi salah satu agenda yang paling dinantikan. China merupakan salah satu mitra utama Rusia sejak hubungan Moskow dengan negara-negara Barat memburuk akibat perang Ukraina.

Sementara itu, pertemuan Putin dengan Pezeshkian akan berlangsung ketika Iran juga menghadapi situasi geopolitik yang penuh tekanan setelah perang dengan Amerika Serikat dan Israel.

Bagi kedua negara, SCO dapat menjadi wadah untuk memperluas hubungan ekonomi, diplomatik, dan strategis dengan negara-negara yang tidak berada dalam orbit aliansi Barat.

Namun, pengaruh SCO tetap menghadapi keterbatasan. Perbedaan kepentingan di antara negara anggota membuat organisasi tersebut sulit berkembang menjadi aliansi yang memiliki posisi politik tunggal.

India, misalnya, memiliki hubungan yang erat dengan Amerika Serikat, sementara China dan Rusia lebih terbuka dalam mempromosikan gagasan tatanan dunia yang tidak berpusat pada Barat.

Turki juga menunjukkan ketertarikan untuk memperluas perannya melalui SCO. Ankara saat ini berstatus sebagai mitra dialog dan telah menyatakan keinginan untuk menjadi anggota penuh organisasi tersebut.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan membawa negaranya menjadi mitra dialog SCO pada 2012. Turki melihat hubungan dengan SCO sebagai bagian dari strategi untuk menyeimbangkan hubungan tradisionalnya dengan Barat, termasuk sebagai anggota NATO, dengan upaya memperluas pengaruhnya di Eurasia.

Dengan demikian, KTT SCO di Bishkek bukan hanya menjadi forum pertemuan rutin para pemimpin. Pertemuan tersebut juga menjadi gambaran bagaimana negara-negara Asia dan Eurasia berusaha mempertahankan kepentingan masing-masing di tengah perubahan keseimbangan kekuatan global.

Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, pertemuan Xi, Putin, dan Modi akan menjadi perhatian karena memperlihatkan bagaimana tiga kekuatan besar tersebut menggunakan forum multilateral yang sama, meski tidak selalu memiliki kepentingan yang sejalan.

Pilih fokusmu dalam KTT SCO

Apa yang paling kamu soroti dari KTT SCO di Bishkek?

See More
Pertemuan Xi dan Putin
A*** has voted
B*** has voted
C**** has voted
Kehadiran Modi

Curated For You

Editorial Team

Related Article