TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

6 Poin Strategi Hilirisasi Dorong Nilai Tambah Ekonomi Nasional

Pentingnya hilirisasi, investasi, dan kolaborasi

Peta jalan (roadmap) Hilirisasi Investasi Strategis (HIS) (instagram.com/bkpm_id)

Dalam era globalisasi yang terus berkembang, upaya untuk meningkatkan daya saing ekonomi nasional menjadi semakin mendesak. Salah satu strategi yang kian menonjol adalah hilirisasi. Bagi kamu yang belum familiar dengan istilah hilirisasi, ini merupakan suatu strategi pengembangan ekonomi yang bertujuan untuk menambahkan nilai tambah pada bahan mentah atau komoditas melalui proses produksi dan manufaktur lebih lanjut. Di sektor ekonomi, hilirisasi berfokus pada meningkatkan nilai ekonomi dari sumber daya alam atau bahan mentah yang dimiliki oleh suatu negara atau wilayah.

Dengan mendorong hilirisasi industri, kita dapat menciptakan nilai tambah yang signifikan dalam rantai produksi, mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah, serta membuka peluang bagi penciptaan lapangan kerja yang lebih baik. Dalam artikel ini, kita akan menggali lebih dalam tentang pentingnya strategi hilirisasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Lebih dari itu, kita juga akan membahas beberapa langkah konkret yang dapat diambil oleh pemerintah dan pelaku industri untuk mewujudkan visi ini. Dengan fokus pada penciptaan nilai tambah, #HilirisasiUntukNegeri menjadi pondasi penting untuk memastikan keberlanjutan dan ketahanan ekonomi di tengah perubahan global yang cepat. So, keep scrolling!

1. Peningkatan nilai tambah

Sektor prioritas investasi Kementerian Investasi/BKPM (instagram.com/bkpm_id)

Peningkatan nilai tambah melalui hilirisasi adalah konsep kunci dalam memahami manfaat strategi ini bagi ekonomi nasional. Dalam konteks ini, hilirisasi berfungsi sebagai jembatan yang mengubah bahan mentah yang mungkin memiliki nilai ekonomi yang terbatas menjadi produk jadi yang jauh lebih bernilai. Misalnya, ketika suatu negara mengambil biji besi dan mengolahnya menjadi produk baja berkualitas tinggi, hasilnya adalah peningkatan signifikan dalam nilai tambah. Produk baja ini dapat dijual dengan harga yang lebih tinggi daripada biji besi mentah, menciptakan pendapatan yang lebih besar bagi produsen, pekerja, dan negara secara keseluruhan.

Selain itu, dengan meningkatkan nilai tambah, hilirisasi juga membuka peluang dalam menciptakan produk-produk yang lebih canggih dan inovatif. Dalam beberapa kasus, penambahan nilai tersebut melibatkan pengembangan teknologi, perancangan produk yang lebih baik, dan peningkatan kualitas. Ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar, tetapi juga meningkatkan reputasi dan daya saing nasional di pasar global.

Dengan kata lain, hilirisasi bukan hanya tentang mengubah bahan mentah menjadi produk jadi, tetapi juga tentang menciptakan nilai tambah yang signifikan dalam proses tersebut. Peningkatan nilai tambah ini mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kualitas produk, yang semuanya merupakan faktor penting dalam memajukan ekonomi nasional.

Baca Juga: Peluang di Balik Hilirisasi Ubi Kayu, Cuan Ratusan Kali Lipat!

2. Diversifikasi ekonomi

Suasana di pasar tradisional (instagram.com/bkpm_id)

Lanjut, poin ini juga menjadi kunci penting dalam memastikan ketahanan ekonomi suatu negara terhadap perubahan dan ketidakpastian di pasar global. Hilirisasi memainkan peran krusial dalam pencapaian tujuan ini dengan mengurangi ketergantungan ekonomi pada satu sektor industri atau komoditas tunggal. Ketika suatu negara bergantung pada satu sektor, seperti ekspor bahan mentah tertentu, fluktuasi harga atau permintaan di pasar internasional dapat memberikan dampak serius pada perekonomian nasional. Dengan mendorong hilirisasi, negara dapat menambahkan lapisan ke dalam ekonominya, menciptakan sejumlah sektor baru yang menghasilkan pendapatan, pekerjaan, dan pertumbuhan ekonomi tambahan.

Misalnya, jika sebuah negara yang awalnya hanya mengandalkan ekspor minyak mentah mulai mengembangkan industri petrokimia, manufaktur peralatan minyak, atau teknologi terkait energi, diversifikasi ekonomi terjadi. Hal ini berarti bahwa negara tersebut memiliki lebih dari satu sumber pendapatan yang dapat mengurangi risiko yang timbul dari fluktuasi harga minyak mentah. Diversifikasi ekonomi juga meningkatkan ketahanan ekonomi dalam jangka panjang karena beragam sektor industri dapat saling menopang dan mengurangi dampak negatif jika salah satu sektor mengalami tekanan ekonomi.

Maka dari itu, hilirisasi membuka pintu bagi ekonomi yang lebih tahan terhadap fluktuasi pasar global, memberikan lebih banyak stabilitas, dan mengurangi risiko yang dihadapi oleh negara. Ini adalah faktor penting dalam memajukan ekonomi nasional dan memastikan keberlanjutan jangka panjang.

3. Terciptanya lapangan kerja

Menteri Investasi/Kepala BKPM (Bahlil Lahadalia) melakukan kunjungan kerja (instagram.com/bkpm_id)

Hilirisasi tidak hanya memiliki dampak positif pada ekonomi suatu negara, tetapi juga memiliki konsekuensi positif yang signifikan dalam hal penciptaan lapangan kerja. Ketika suatu negara memilih untuk mendorong hilirisasi, ini menghasilkan permintaan tambahan untuk tenaga kerja dalam berbagai sektor yang terkait. Hal ini mencakup pekerjaan dalam produksi, manufaktur, penelitian, dan pengembangan, serta sektor jasa yang mendukung proses ini.

Penting untuk dicatat bahwa hilirisasi seringkali menciptakan lapangan kerja berkategori tinggi. Ini terjadi karena proses hilirisasi membutuhkan keahlian dan pengetahuan yang lebih tinggi dalam teknologi, desain produk, dan manajemen rantai pasokan. Sebagai contoh, ketika sektor pertambangan berinvestasi dalam hilirisasi untuk mengolah mineral menjadi bahan industri yang lebih kompleks, ini menciptakan peluang bagi insinyur, teknisi, dan ahli dalam teknologi pengolahan.

Dengan demikian, hilirisasi tidak hanya berkontribusi pada pengurangan tingkat pengangguran, tetapi juga pada peningkatan kualitas pekerjaan dan pendapatan masyarakat. Ini memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar, menciptakan stabilitas ekonomi, dan mendukung pertumbuhan sosial yang berkelanjutan dalam jangka panjang. Selain itu, pekerjaan berkualitas tinggi yang dihasilkan oleh hilirisasi juga dapat meningkatkan daya beli masyarakat, yang pada gilirannya mendukung pertumbuhan sektor konsumen dalam perekonomian.

4. Keberlanjutan lingkungan

Menteri Investasi/Kepala BKPM (Bahlil Lahadalia) mengunjungi fasilitas produksi Xinyi Group di kota Wuhu, Tiongkok (18/7) (instagram.com/bkpm_id)

Selain tiga poin sebelumnya, faktanya hilirisasi juga memiliki potensi untuk berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan. Benar bahwa adanya hilirisasi dapat menjadi faktor penting dalam mengintegrasikan praktik perlindungan lingkungan. Sebagai contoh, ketika suatu negara memutuskan untuk menghilirisasi industri pertambangan, ada peluang untuk mengadopsi teknologi dan praktik yang lebih ramah lingkungan dalam proses pengolahan dan produksi.

Dengan menerapkan teknologi yang lebih efisien dalam penggunaan sumber daya, pengelolaan limbah yang lebih baik, dan pemakaian energi yang lebih berkelanjutan, hilirisasi dapat membantu mengurangi dampak negatif industri terhadap lingkungan. Selain itu, dengan meningkatnya kesadaran global tentang isu-isu lingkungan, produk yang dihasilkan melalui hilirisasi cenderung lebih berfokus pada keberlanjutan, sehingga menciptakan peluang bagi pasar yang lebih besar bagi produk yang ramah lingkungan.

Dengan cara ini, bicara soal hilirisasi pun artinya ikut menciptakan model pembangunan yang lebih seimbang antara pertumbuhan ekonomi dan perlindungan lingkungan. Ini mendukung visi pembangunan berkelanjutan yang memprioritaskan kesejahteraan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dalam jangka panjang. Tak heran, kini hilirisasi dapat menjadi alat yang kuat dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan secara komprehensif.

5. Tantangan dan solusi dalam menerapkan hilirisasi

Menteri Investasi/Kepala BKPM (Bahlil Lahadalia) dalam kuliah umum di Universitas Trisakti (29/8) (instagram.com/bkpm_id)

Perlu dicatat, salah satu tantangan utama dalam menerapkan hilirisasi adalah memastikan ketersediaan sumber daya manusia yang terlatih dan terampil dalam industri-industri yang baru muncul akibat hilirisasi. Selain itu, aspek infrastruktur, peraturan, dan kebijakan publik juga dapat menjadi hambatan yang perlu diatasi.

Untuk mengatasi tantangan-tantangan ini, diperlukan kerjasama antara pemerintah, sektor swasta, dan lembaga pendidikan. Investasi dalam pelatihan dan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan sektor hilirisasi adalah salah satu solusi kunci. Selain itu, penyusunan kebijakan yang mendukung hilirisasi dan menciptakan lingkungan bisnis yang kondusif adalah langkah penting. Kerjasama internasional juga dapat membantu dengan berbagi praktik terbaik dan sumber daya yang relevan. Dengan pemahaman mendalam tentang tantangan yang dihadapi dan solusi yang relevan, hilirisasi dapat menjadi lebih efektif dalam mencapai tujuan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

Baca Juga: 5 Contoh Hilirisasi Berkelanjutan dalam Sektor Pariwisata

Writer

Laurensius Rheno

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya