Comscore Tracker

[OPINI] Menikah, Mau Cari Istri Atau Asisten Rumah Tangga?

Saling melengkapi bisa menjadi kebahagian tiada tara.

Sampai sekarang saya masih heran sekaligus bingung, mengapa masih banyak sekali pria-pria di luar sana yang menganggap menikah itu enak karena akan dilayani sang istri. Ada yang masakin, menyucikan bajunya, menyucikan piring bekas makan dan minumnya, dan sekedar menyiapkan baju kerjanya. Tidakkah mereka harus memikirkan mahalnya biaya listrik, kebutuhan anak-istri, cicilan sepeda motor, biaya anak sekolah, asuransi kesehatan keluarga, serta kewajiban membuat dapur selalu mengepul? Mereka sesungguhnya berniat mencari istri atau asisten rumah tangga? Kalau memang ingin dilayani model begitu, kenapa tidak memperkerjakan seorang asisten rumah tangga saja? Menurut saya itu jadi solusi terbaik karena istri tak seharusnya menjadi "pesuruhnya" dia tanpa digaji. 

Budaya seperti ini justru banyak dilestarikan oleh para orang tua. Mereka dengan bangga meminta putrinya pandai melayani suami. Membuatkan kopi atau teh dan mengambilkan makanan untuk suami dilabel sebagai kewajiban para istri yang tak bisa diganggu gugat. Bagaimana jika sang istri kelelahan setelah mengurus rumah, anak-anaknya, atau mencari tambahan penghasilan lain? Kalau semua hal minta dilayani istri, lalu istri minta dilayani siapa?

Tak peduli meski sang istri wanita karir.

[OPINI] Menikah, Mau Cari Istri Atau Asisten Rumah Tangga?Twitter/larissawaters

Tak jauh-jauh, salah satunya terjadi pada keluarga saya. Hanya karena dia seorang lelaki, hampir semua kegiatan rumah tangga, mulai memasak hingga bersih-bersih rumah menggantungkan pada sang istri. Padahal, istrinya bukan wanita pengangguran yang bisa santai menonton sinetron sepanjang dia mau. Sang istri punya bisnis catering, selain itu dia juga punya beberapa bisnis sampingan. Ironisnya, sang suami tetap tak mau tahu. Pikir saya, kenapa tidak melakukannya sendiri? Toh, usianya belum masuk usia senja yang menjadikan tubuhmu tak kuat melakukan kegiatan remeh temeh. 

"Belajarlah memasak dan pekerjaan rumah lainnya sebelum menikah."

[OPINI] Menikah, Mau Cari Istri Atau Asisten Rumah Tangga?theasianparent.com

Sebagian orang tua menuntut putrinya pintar memasak supaya bisa melayani suami nantinya. Menurut saya ini tidak adil. Kenapa hanya anak perempuan saja yang dituntut pintar memasak? Kenapa anak lelaki tidak dituntut hal yang sama? Apalagi tuntutan semacam itu dikatakan untuk melayani suami. Kenapa tidak dikatakan saja untuk menghemat pengeluaran sehingga tidak perlu membeli makanan di luar atau menggaji seorang juru masak? Kenapa pula tidak dikatakan jika pintar memasak itu untuk membahagiakan hati suami? Seakan-akan kodrat wanita hanya sebatas "pelayan" suami. Bukankah lebih menyenangkan bila segala pekerjaan rumah tangga dilakukan bersama-sama? Sama halnya dengan menyapu dan mengepel lantai, mencuci piring dan baju, serta pekerjaan rumah lainnya. 

Baca juga: Menurut Mereka, Usia Ideal untuk Menikah Itu...

Pembagian tugas menjadi win-win solution.

[OPINI] Menikah, Mau Cari Istri Atau Asisten Rumah Tangga?fimela.com

Menurut saya, pembagian tugas adalah solusi paling adil, terutama jika istri harus bekerja membantu beban suami. Meski belum menikah, saya belajar menyeimbangkan dua tanggung jawab bekerja dan mengurus rumah. Mungkin ini juga dirasakan para wanita yang sudah menikah dan menjadi ibu. Bahwasanya pekerjaan rumah tangga lebih melelahkan dibanding bekerja di luar rumah. Rasanya seperti tak ada habisnya menuntaskan urusan kerumahtanggaan. Selalu ada dan ada lagi. Bagi saya, menyeimbangkan tugas semacam itu bukan hanya kewajiban seorang wanita. Pria pun seharusnya "multi-talented".

Berhentilah merajuk meminta dilayani hal-hal sepele.

[OPINI] Menikah, Mau Cari Istri Atau Asisten Rumah Tangga?Liputan6.com

Wahai para pria, kami kaum wanita juga memiliki lelah sepertimu. Kami juga ingin dimanja seperti kau merajuk kepada ibumu ketika kecil dulu. Memiliki tubuh yang kuat dan sehat seharusnya menjadi hal yang kita syukuri pertama kali. Menurut saya, mensyukurinya bukan hanya mengucapkan Alhamdulillah atau Puji Tuhan saja. Menggunakan anggota tubuh dengan sebaik-baiknya adalah bentuk syukur paling konkret. Seperti mengambil makanan dan minuman kita sendiri, membantu menyapu atau mengepel lantai, mencuci piring bekas makanan sendiri, mencuci baju sendiri. Bukan selalu menyuruh wanita yang sudah kita nikahi hanya untuk mengambil sesuap nasi atau secangkir minuman. Lelah bersama justru akan menjadikan bahagia bersama, bukan pincang salah satu. 


So guys, pekerjaan rumah bukan hanya untuk wanita. Pria juga harus bisa melakukannya. Begitu pun dengan berkarir, bukan hanya pria yang berhak memiliki karir cemerlang. Jika wanita bisa membantumu, kenapa tidak? Bukankah kita diciptakan untuk saling melengkapi?

 

Baca juga: [OPINI] Memangnya Kenapa Kalau Tidak Menikah?

Topic:

Just For You